Berita  

Dandim 1410 Salurkan Paket Sembako Tahap Keempat Untuk Anak Risiko Stunting

Bantaeng, exposetimur.com | Kembali Kodim 1410 Bantaeng bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Badan Amil Zakat Infaq Sedekah (BAZNAS) menyalurkan bantuan sebanyak 25 paket sembako tahap keempat di 2 wilayah yakni Kecamatan Bissappu dan Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng, (Selasa, 04/10/22)

Hadir dalam penyaluran bantuan sembako Danramil 1410-01 Kapten Inf Sultan, Pjs Danramil 1410-02 Lettu Inf Indar Jaya, Danunit Intel Letda Inf Harfil, Lurah Bonto Sunggu Tompo, SE., Lurah Bonto Lebang H. Juhaeril, ST., Lurah Tappanjeng Sair Jumaing, S.AP., Lurah Pallantikang Mujaddid R Alqudsi, S.STP., M.AP., Mewakli Dinas Kesehatan Mulyani, S.ST., Kepala Puskesmas Bissappu Ernawaty, ST., SKM.

Dandim 1410 Bantaeng Letkol Arm Gatot Awan Febrianto, S.Sos selaku Duta Bapak Asuh Stunting Kabupaten Bantaeng didampingi Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana cabang XXVII Kodim 1410 Bantaeng Novy Setiawaty Gatot Awan Febrianto selaku Duta Bunda Asuh Stunting Kabupaten beserta rombongan melaksanakan pembagian paket sembako kepada anak yang beresiko stunting dan ibu hamil.

Program ini sebagai wujud kepedulian Kodim 1410 Bantaeng membantu pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan sembako yang diberikan kepada anak yang beresiko Stunting di wilayah Kabupaten Bantaeng berupa 1 rak telur, 4 kaleng susu, 10 liter beras, 5 bungkus Biskuit dan 4 kaleng ikan sarden.

Dandim 1410 Bantaeng berharap Setiap bapak asuh yang sudah dikukuhkan beberapa waktu lalu di Makodim 1410 Bantaeng setiap saat mendata anak yang berisiko Stunting diwilayah masing-masing serta melaksanakan pendampingan disetiap ada pemberian bantuan berupa asupan gizi serta membantu pemerintah dalam hal pengawasan penggunaan anggaran yang sudah dialokasikan” ungkapnya

Sekaligus menghimbau agar para Bapak Asuh yang sudah dikukuhkan agar melakukan pendekatan dan sosialisasi tentunya dengan bekerjasama dengan seluruh pihak terkait, dan mengajak mitra karib di wilayah yang bisa turut serta membantu memberikan tambahan asupan gizi terhadap anak yang beresiko Stunting diluar anggaran yang sudah dialokasikan pemerintah sebagai wujud empati sosial kemanusiaan masyarakat” imbaunya

Baca Juga :   HKN ke-58 Tahun, Homecare Medicall Gelar Sosialisasi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Dengan adanya program dari Komando atas terkait dengan bapak Asuh Stunting yang telah dikukuhkan kita semua berharap bahwa kedepannya tidak ada lagi generasi penerus bangsa Indonesia terutama di wilayah Kabupaten Bantaeng yang mengalami kurang gizi dan kekurangan makanan, yang diakibatkan anak Stunting” sambungnya

Mari kita berkolaborasi bersama menanggulangi masalah stunting yang mengancam generasi penerus Indonesia, Karena bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif sehingga kualitas manusia Indonesia terancam kemampuan daya saing bangsa” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *