Berita  

Serbuan Teritorial, Kodim 1410 Bagikan Bingkisan Sembako Kepada Keluarga Berisiko Stunting

Bantaeng, exposetimur.com | Kodim 1410 Bantaeng menyelenggarakan serbuan teritorial pembagian bingkisan berupa sembako terhadap keluarga yang berisiko stunting di Aula Makodim, Jln. Dahlia, Kelurahan Pallantikang, Bantaeng, (Jum’at, 09/12/22).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Bantaeng Dr. H. Ilham Syah Azikin M.Si, Dandim 1410 Bantaeng Letkol Arm Gatot Awan Febrianto, S.Sos, Kapolres Bantaeng AKBP Andi Kumara, SH, S.IK, M.Si, Kadis Kesehatan dr. Andi Ihsan M.Kes, Kadis Kominfo H. Subhan S.Sos, M.Si, Camat Bantaeng Andi Rigas Panawang.

Dalam sambutan Dandim 1410 Bantaeng menyampaikan bahwa Kegiatan tersebut merupakan salah satu implementasi dari perintah harian Kepala Staf Agkatan Darat (Kasad), yakni TNI harus selalu hadir di tengah kesulitan masyarakat dan menjadi solusi untuk mencari penyelesaian masalah yang terjadi diwilayah.”Ucapnya.

Lanjut ia jelaskan, penanganan stunting menjadi prioritas TNI AD dalam membantu pemerintah untuk mengatasi penurunan angka Stunting di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Bantaeng, oleh karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memberikan bantuan berupa makanan bergizi agar tumbuh kembang si anak menjadi normal seperti anak seusianya”, Jelasnya.

Penanganan dan pencegahan Stunting dilakukan dengan perbaikan pola makan, pola asuh dan sanitasi air bersih, oleh itu Kodim 1410 Bantaeng hadir untuk ikut andil dan peduli berperan bersinergi bersama pemerintah Kabupaten Bantaeng menurunkan angka Stunting dan wilayah Bantaeng” Tandasnya.

Pesan terakhir Dandim 1410 bagi bapak-bapak yang perokok janganlah dekat dengan anak-anak karena berpengaruh besar untuk kesehatan anak-anak kita” tutupnya

Sementara itu Bupati Bantaeng berharap dengan adanya program Kodim 1410 yang terfokus kepada keluarga berisiko stunting bisa memotivasi lembaga dan organisasi lain untuk turut memberikan perhatian.

“Kita bersyukur bahwa persoalan dan penanganan keluarga berisiko stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, beberapa elemen di Kabupaten Bantaeng termasuk TNI Polri ikut bersatu padu memberikan perhatian terhadap persoalan stunting”, Kata Bupati

Baca Juga :   Cegah Aksi Kenakalan Pelajar, Polsek Eremerasa Gelar Sosialisasi Hukum dan Pendisiplinan Siswa di Sekolah

Bupati Bantaeng juga mengatakan kedepannya mungkin akan dilakukan langkah-langkah lebih terstruktur untuk penyelesaian persoalan anak berisiko stunting.

“Langkah-langkah itu misalnya kami akan membentuk bapak asuh yang bertanggung jawab dengan pendekatan kewilayahan, mungkin satu desa ada beberapa OPD, ada perusahaan, ada organisasi yang bertanggung jawab pada masalah tersebut “, kata Bupati .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *