Dugaan Korupsi Berjamaah Hampir Terungkap, IMM Bulukumba : Konsolidasi Elitnya Belum Rapi

Agus Salim, Kabid Hikmah Politik dan Kebijakan Publik IMM Bulukumba

Bulukumba, exposetimur.com|Ekonomi masyarakat Indonesia terpantau belum pulih semenjak bencana epidemi covid-19 menghampiri kehidupan sosial di seluruh dunia, Indonesia menjadi salah satu negara yang menampung efek dari bencana covid-19 yang ampasnya masih terasa sampai sekarang. Upaya pemerintah dalam mensterilkan suasana salah satunya adalah mendorong program bantuan sosial secara massif untuk masyarakat indonesia.

Namun pengawasan yang kurang ketat mengakibatkan bantalan (bansos) itu tidak terdistribusi dengan tepat, sehingga jalur distribusinya banyak dijadikan sebagai lahan bisnis dan sudah tentu masyarakat banyak yang menjadi korban kebiadaban tersebut.

Salah satu kejadian yang sangat memprihatinkan saat ini adalah, merebaknya dugaan korupsi bantuan sosial (BPNT) dibeberapa kabupaten yang ada di Sulawesi selatan, membuat duka sosial yang mendalam bagi masyarakat yang hak nya dikangkangi.

IMM Bulukumba melalui Agus Salim selaku Kabid Hikmah Politik dan Kebijakan plPublik menyampaikan, “Untuk sementara, tercatat sebanyak 14 tersangka yang terlibat di beberapa kabupaten, telah ditetapkan oleh Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan yang diduga punya susunan peran dalam melancarkan aksinya. IMM Bulukumba mendesak Gubernur Sulawesi Selatan agar serius menaruh perhatian pada polemik yang sangat jelas punya kesan memalukan serta merugikan masyarakat dan negara” Pungkasnya.

Lebih lanjut Agus Salim menyampaikan bahwa, tersangka diduga punya ruang gerak yang longgar sehingga bisa memainkan modus sedemikian rupa. Sehingga kata Agus, Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati yang terkait harus bertanggung jawab serta memberikan tindak tegas terhadap Dinas Sosial yang menjadi pintu masuk dan pintu keluar dari distribusi bansos tersebut.

Agus Salim menambahkan, Badan pemeriksa keuangan (BPK), telah mengeluarkan hasil audit dan menemukan adanya penggelapan dana sebesar 20 milyar yang terakumulasi dari beberapa kabupaten ” Itu Bukan jumlah yang sedikit, tersangka sementara sebanyak 14 orang diduga punya media sharing yang efektif untuk berkomunikasi. Ini adalah konsolidasi elit, tapi belum rapi” Katanya.

Baca Juga :   Dakwaan atas Dugaan Korupsi Penimbunan Lokasi MTQ Kabupaten Pelalawan Dinilai Kabur

“Hadiah untuk masyarakat di momen Hari Anti Korupsi adalah di kangkangi nya hak mereka melalu penggelapan dana bansos. Negara dikhianati dengan bertambahnya indeks korupsi yang kebablasan” Ucapnya dengan nada ketus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *