Berita  

KKNT UMB Beri Pelatihan Pembuatan Gula Cair Singkong di Desa Sopa

Bulukumba, exposetimur.com | Kreatif, Mahasiswa KKNT UMB Beri Pelatihan Pembuatan GUCAKO (Gula Cair Singkong) kepada Ibu-ibu PKK Desa Sopa. Senin, (23/01/22).

Gula merupakan salah satu kebutuhan strategis masyarakat dan makin lama makin meningkat. Alternatif untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memanfaatkan secara maksimal sumber gula dari bahan non tebu.

Salah satu sumber daya alam yang melimpah dan dapat dioptimalkan di Desa Sopa, Kec. Kindang Kab. Bulukumba adalah singkong (ubi kayu). Singkong dapat diolah menjadi produk gula cair dengan nilai jual tinggi. Gula rendah kalori ini diklaim memiliki tingkat kemanisan 2.5 kali manis dibandingkan gula tebu.

Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Sopa ialah pengetahuan dan keterampilan yang belum dimiliki dalam teknologi pembuatan gula cair dari singkong.

Sebanyak tujuh mahasiswa KKN Tematik Fakultas Sains Universitas Muhammadiyah Bulukumba memberikan pelatihan pembuatan gula cair dari singkong kepada masyarakat Desa Sopa. Ketujuh mahasiswa tersebut berasal dari program studi Kimia, Aktuaria dan Peternakan.

Koordinator Desa sekaligus mahasiswa KKNT UMB, Muh. Risal (Prodi Peternakan) mengatakan, kami melakukan survey dan melihat komoditas singkong di desa ini cukup melimpah serta pengolahan singkong masih sebatas buat kripik atau dijual bahan mentahnya, sehingga salah satu proker kami berfokus pada pengolahan singkong baik umbi maupun limbah kulitnya untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Untuk umbinya, kami berinovasi membuat produk gula cair singkong yang lebih bernilai jual sedangkan limbah kulit singkong nantinya kami akan fermentasi menjadi pakan ternak.

Singkong memiliki sumber pati sehingga dapat diolah menjadi pemanis dan lebih menyehatkan karena mengandung kalori lebih rendah dibandingkan gula pasir, serta aman untuk penderita kolesterol dan diabetes, kata A. Mutiara Zulkarnain (Prodi Kimia), salah satu dari tujuh mahasiswa KKNT di Desa Sopa.

Selain diberikan pelatihan pembuatan gula cair, masyarakat juga diberi pengetahuan dalam proses pengemasan dan pelabelan produk dengan brand GUCAKO (Gula Cair Singkong).

Imam Aulia mahasiswa Prodi Aktuaria, mengungkapkan pemberian pengetahuan pengemasan dan pelabelan produk agar melindungi dan menjaga keamanan produk serta mudah didistribusikan. Selain itu kemasan dan label menjadi salah satu cara promosi produk ini.

Baca Juga :   Hadiri Syukuran Proyek Irigasi dan Penanaman Perdana Lombok Besar, Bupati Majene : Air Sumber Kehidupan

Pelatihan pembuatan GUCAKO ini mendapat apresiasi dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Andi Nur Fitriani Ab, S.Si., M.Si.

Sebagai DPL, saya akan terus mendampingi mahasiswa untuk melakukan sebuah inovasi, sehingga masyarakat bisa merasakan dampak kehadiran mahasiswa KKNT UMB di tengah masyarakat, ungkap Ketua Prodi Kimia UMB yang merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor

Semoga di Desa Sopa dapat berkembang usaha pengolahan gula cair dari singkong dan menjadi pemasok gula cair rendah kalori khususnya di Bulukumba dan sekitarnya.

Kepala desa sopa bapak Saleh, SKM. Mengungkapkan syukur terhadap pelatihan ini yang di adakan oleh mahasiswa KKN-T F-Sains UM Bulukumba, karenanya dengan pelatihan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat desa dalam pengolahan umbi singkong.

Ketua TP PKK Desa Sopa menyambut baik adanya kegiatan ini karena menambah wawasan masyarakat untuk mengolah singkong, “Produk gula cair singkong ini akan banyak digemari masyarakat karena aman dan sehat, terkhusus penderita diabetes tetap dapat menikmati minuman dan makanan yang manis.

Petani singkong juga akan memperoleh penghasilan yang lebih besar jika mengolahnya menjadi gula cair dibandingkan dengan menjual secara langsung.

Pelatihan ini diadakan di kantor desa Sopa yang diikuti sekitar 15 orang dari ibu-ibu PKK dan Karang Taruna Desa Sopa.

Penulis: RedEditor: Tim Expose Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *