BULUKUMBA, exposetimur.com – Dewan Pimpinan Daerah Lidik Pro melirik pengaduan keluhan masyarakat terkait air PDAM dibagian kelurahan Ela-ela, Kec. Ujungbulu, Kab. Bulukumba tak pernah jalan akhirnya mendatangi kantor PDAM, Rabu (14/08/2019).
Ketua DPD Lidik Pro Bulukumba Harianto Syam dengan beberapa pertanyaan di hadapan kepala kantor PDAM Bulukumba bahwa apa sebabnya sehingga air PDAM di wilayah perkotaan tak pernah jalan, juga apakah setiap perbaikan jalan, renase dan penggalian kabel, konsultan perencanaan untuk kontraktor melibatkan PDAM dalam pengerjaan karena ditakutkan dipengerjaan tersebut bisa mengenai pipa dan membuat pipa rusak atau pecah dan apa langkah cepat PDAM untuk masalah ini.
Dengan beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh pengurus lembaga akhirnya kepala kantor PDAM Bulukumba yakni H. Muh. Nur angkat bicara diruang kerjanya, dirinya mengungkapkan setiap adanya pengerjaan jalan PDAM tidak pernah dilibatkan dan mesin yang terpasang masih menggunakan mesin tua dan butuh mesin baru dimana membutuhkan anggaran banyak.
” Kami di PDAM pernah mengusulkan anggaran untuk memenuhi kebutuhan alat baru yang pengajuannya senilai Rp 4 Milyar tetapi yang cair hanya Rp 2,8 milyar namun anggaran tersebut dikelola oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman karena pengurus PDAM bukan tergolong PNS ada aturan soal mengelola anggaran proyek pengadaan alat nanti bisa dicek sendiri didinas yang terkait, ” ucap Muh. Nur sebagaimana dituturkan ulang oleh Haryanto Syam.
Ditambahkannya, selain itu di beberapa kecamatan di kabupaten Bulukumba ada beberapa titik sumber mata air, pertama letaknya daerah Tanete yang perbatasan dengan Sinjai , kedua daerah Bontomanai dimana daerah itu sudah dipasangi pipa bahkan pipanya sudah masuk didesa Seppang dan itu belum beroperasi.
” Yang beroprasi sekarang ada diwilayah Barebba, daerah itu menggunakan tenaga listrik yang dimana hasil pembayaran listrik jauh dibanding tagihan, desa Tugondeng berfungsi menggunakan genset bahan bakar yang bersubsidi, terakhir yang terletak di Bontobahari desa Lotong-Lotong sumber mata air itulah yang dialirkan kewilayah kota Bulukumba melewati jalur kelurahan Ela-ela dan Insya Allah pengujiannya diperkirakan sampai 35 tahun sumber mata air masih tetap berjalan kendalanya dimana daerah itu sangat membutuhkan mesin baru. Dan dari anggaran yang masuk ke Dinas perumahan dan pemukiman senilai dari 2.8 milyar itulah untuk digunakan pengadaan alatnya, ” ucapnya.
[#LidikPro/red]












