LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mengambil langkah inovatif dalam memperkuat keterlibatan ayah dalam pendidikan dan pengasuhan anak. Melalui Surat Edaran Nomor 400.13/149/VI/2026/DPPKB, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menginstruksikan pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) dan Gerakan Ayah Menemani Anak di Hari Pertama Sekolah (GEMAS).
Kebijakan tersebut ditujukan kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala satuan pendidikan, serta camat se-Kabupaten Luwu Timur sebagai bagian dari upaya membangun budaya pengasuhan yang lebih kolaboratif antara ayah dan ibu.
Melalui gerakan tersebut, para ayah didorong untuk hadir langsung ke sekolah saat pembagian rapor anak maupun pada hari pertama masuk sekolah. Kehadiran ayah diharapkan tidak hanya menjadi simbol dukungan, tetapi juga memperkuat hubungan emosional serta keterlibatan aktif dalam proses pendidikan anak.
Selama ini, pengambilan rapor maupun aktivitas pendidikan di sekolah lebih banyak dilakukan oleh ibu atau anggota keluarga lainnya. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter, prestasi akademik, serta kesehatan mental anak.
Kebijakan yang diterbitkan Bupati Irwan Bachri Syam tersebut merupakan implementasi dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), sebuah program nasional yang bertujuan meningkatkan peran ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak.
Selain itu, gerakan ini juga sejalan dengan berbagai regulasi nasional, termasuk Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta kebijakan percepatan penurunan stunting yang menempatkan keluarga sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia.
Melalui GEMAR dan GEMAS, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur ingin menegaskan bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah maupun ibu semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh anggota keluarga, termasuk ayah.
Kehadiran ayah dalam momen-momen penting pendidikan anak diyakini mampu membangun rasa percaya diri, motivasi belajar, serta kedekatan emosional yang berdampak positif bagi masa depan anak.
Pemkab Luwu Timur berharap gerakan tersebut dapat menjadi budaya baru di tengah masyarakat, sehingga terbangun pola pengasuhan yang lebih seimbang dan berkualitas dalam keluarga.
Dengan semakin kuatnya keterlibatan ayah dalam pendidikan dan pengasuhan, diharapkan lahir generasi yang berkarakter, sehat, cerdas, dan mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang siap mendukung terwujudnya visi Luwu Timur Maju dan Sejahtera.
Sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut, siswa SD dan SMP di seluruh Kabupaten Luwu Timur dijadwalkan menerima rapor hasil belajar di sekolah masing-masing pada Jumat, 26 Juni 2026 mendatang, dengan harapan para ayah dapat hadir langsung mendampingi anak-anak mereka dalam momen penting tersebut.
(nh-exp/tim)












