Malili – Program bantuan sosial bagi lanjut usia (lansia) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menghadirkan kisah penuh makna. Bagi sebagian penerima manfaat, bantuan tersebut tidak hanya meringankan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi jalan untuk mewujudkan harapan yang telah lama disimpan.
Salah satunya dirasakan Hasbi (78), warga Desa Balo-Balo, Kecamatan Wotu. Saat menerima Kartu Lansia pada penyaluran bantuan, Kamis (23/7/2026), ia mengaku akan memanfaatkan sebagian dana bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok, sementara sisanya disisihkan sebagai tabungan demi mewujudkan impian menunaikan ibadah umrah.
“Selain untuk kebutuhan makan, uangnya akan saya tabung agar suatu saat bisa berangkat umrah ke Makkah. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati atas bantuannya,” tutur Hasbi dengan penuh syukur.
Kisah Hasbi menjadi salah satu potret manfaat nyata program bantuan sosial lansia yang pada hari keenam pelaksanaannya disalurkan di tiga lokasi, yakni Kantor Camat Mangkutana, Kantor Camat Wotu, dan Kantor Desa Madani, Kecamatan Wotu.
Setiap penerima memperoleh bantuan sebesar Rp3 juta untuk alokasi periode Januari hingga Maret 2026.
Sementara itu, suasana haru juga menyelimuti penyaluran bantuan kepada Tamomba (84), warga Desa Maleku, Kecamatan Mangkutana. Karena kondisi fisiknya yang tidak memungkinkan datang ke lokasi penyaluran, bantuan diserahkan langsung di kediamannya.
Meski penglihatannya telah hilang, Tamomba menyambut kehadiran rombongan dengan penuh rasa syukur. Ucapan terima kasih sederhana yang disampaikannya mencerminkan arti penting perhatian pemerintah bagi masyarakat lanjut usia.
“Terima kasih Pak Bupati,” ucap Tamomba singkat.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mencatat, sepanjang 2026 bantuan sosial lansia diberikan kepada 4.000 penerima manfaat, terdiri atas 2.654 penerima lama dan 1.346 penerima baru.
Pada penyaluran hari keenam, bantuan disalurkan kepada 120 lansia di Kecamatan Mangkutana yang berasal dari 11 desa, 93 lansia di Kecamatan Wotu dari tujuh desa, serta 89 lansia di wilayah Desa Madani yang mencakup 10 desa.
Program ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lanjut usia sekaligus memastikan mereka tetap memperoleh perhatian dan perlindungan sosial di masa senja.
(Rils/kominfo-sp|diolah)












