LUWU TIMUR – Komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi desa mendapat apresiasi di tingkat nasional. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, meraih BDS Impact Award 2026 dari Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI).
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mendorong pengembangan koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM), serta kewirausahaan melalui kebijakan dan program pemberdayaan ekonomi yang berorientasi pada penguatan kapasitas masyarakat desa.
Penganugerahan berlangsung dalam rangkaian Temu Nasional Pendamping (TNP) IV dan International Conference on Cooperatives, MSMEs, and Entrepreneurship (ICCME) 2026, di Aula Keriang Bandong, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat, Pontianak, Rabu (12/8/2026).
Penghargaan diserahkan Asisten Deputi Rantai Pasok Kementerian UMKM, Pristiyanto, S.S., M.M., M.P., bersama Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional ABDSI, Bahrul Ulum Ilham, Ph.D. Penghargaan tersebut diterima atas nama Bupati Luwu Timur dan diwakili Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Luwu Timur, Senfry Oktavianus.
Pengakuan tersebut tidak terlepas dari implementasi program unggulan PANDU JUARA (Pembangunan Desa Unggul, Maju, dan Sejahtera) yang dinilai ABDSI mampu menghubungkan kebijakan pembangunan ekonomi daerah dengan penguatan kapasitas pelaku usaha di tingkat desa.
Program PANDU JUARA diluncurkan pada Desember 2025 dengan menempatkan desa sebagai aktor utama pembangunan ekonomi. Sebanyak 33 desa dari 11 kecamatan ditetapkan sebagai lokasi pilot project dengan fokus pengembangan lima komoditas unggulan, yakni ayam petelur, beras, kakao, ikan bandeng, dan buah-buahan.
Pendekatan tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan produksi, tetapi juga membangun rantai ekonomi desa yang lebih kuat melalui pengembangan kapasitas pelaku usaha, kelembagaan, akses pasar, pengolahan, hingga pemasaran produk.
Kepala Dinas Koperindag Luwu Timur, Senfry Oktavianus, menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima Bupati Irwan. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pengakuan terhadap arah kebijakan pemerintah daerah yang mendorong penguatan ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk terus memperkuat program pemberdayaan KUMKM dan kewirausahaan. Ini juga menjadi bukti bahwa program yang kita dorong, khususnya PANDU JUARA, mendapat perhatian dan apresiasi di tingkat nasional,” ujar Senfry.
Ia menjelaskan, pembangunan ekonomi desa dalam kerangka PANDU JUARA tidak berhenti pada peningkatan produksi komoditas. Pemerintah daerah juga berupaya membangun ekosistem usaha yang memungkinkan masyarakat memperoleh nilai tambah dari potensi ekonomi yang mereka miliki.
“Kita ingin desa tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pengembangan komoditas unggulan harus diikuti dengan penguatan kapasitas pelaku usaha, akses pasar, kelembagaan, hingga pengolahan dan pemasaran produk,” jelasnya.
Menurut Senfry, penghargaan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk memastikan program pemberdayaan ekonomi masyarakat terus berkembang dan memberikan dampak yang terukur.
Untuk itu, Pemkab Luwu Timur akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, lembaga pendamping, perbankan, serta berbagai mitra pembangunan guna memperluas akses pembiayaan, pasar, pendampingan, dan pengembangan kapasitas bagi pelaku KUMKM.
“Penghargaan ini bukan akhir, tetapi menjadi penyemangat untuk bekerja lebih baik. Kami akan terus mendorong KUMKM Luwu Timur agar semakin naik kelas, mandiri dan mampu bersaing, baik di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, BDS Impact Award 2026 menjadi momentum untuk memperkuat arah pembangunan ekonomi yang bertumpu pada potensi lokal. Pengembangan desa melalui komoditas unggulan diharapkan mampu menciptakan rantai nilai ekonomi baru, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Penganugerahan tersebut turut dihadiri para pemangku kepentingan dari berbagai daerah, akademisi, perwakilan lembaga keuangan, serta mitra pembangunan yang mengikuti rangkaian Temu Nasional Pendamping IV dan International Conference on Cooperatives, MSMEs and Entrepreneurship 2026.
(Rils/kominfo-sp|diolah)












