LUWU TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Luwu Timur. Api yang muncul di sejumlah titik di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, bahkan merambat ke area lahan di sekitar kawasan perkantoran pemerintah daerah dan Polres Luwu Timur, Kamis malam (27/8/2026).
Merespons kondisi tersebut, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bersama Kapolres Luwu Timur AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi turun langsung ke lokasi untuk memantau sekaligus membantu proses penanganan kebakaran.
Kebakaran dilaporkan telah berlangsung sejak siang hingga malam hari dan menghanguskan lebih dari 10 hektare lahan di sekitar lokasi kejadian. Kondisi angin dan vegetasi kering turut menjadi tantangan dalam upaya mengendalikan perambatan api.
Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, juga berada di lokasi dan ikut melakukan koordinasi dengan unsur terkait guna mempercepat langkah pemadaman serta memastikan penanganan dilakukan secara terpadu.
Sejumlah unsur penanganan kebakaran dikerahkan, terdiri atas Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD, Satpol PP, Fire & Rescue PT Vale Indonesia, personel Polres Luwu Timur, serta TNI.
Di sela proses pemadaman, Bupati Irwan mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada lahan yang mudah terbakar.
Menurutnya, pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan petugas. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting untuk menekan terjadinya karhutla yang dalam beberapa waktu terakhir disebut kerap terjadi di wilayah Luwu Timur.
“Jangan sembarang membuang puntung rokok dan jangan melakukan pembakaran secara sengaja. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran lahan,” imbau Irwan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, kerja cepat dan kolaborasi lintas instansi menjadi kunci agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Bupati berharap seluruh titik api dapat segera dipadamkan dan kondisi lingkungan di sekitar kawasan terdampak kembali aman, sehingga aktivitas masyarakat maupun pemerintahan dapat berlangsung normal.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama terhadap ancaman karhutla. Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayah masing-masing.
(Rils/kominfo-sp)












