SINJAI, exposetimur.com _ Akses jalan merupakan sumber pendukung pergerakan ekonomi, khususnya dipedesaan dalam hal jalur distribusi hasil pertanian maupun distribusi lainnya. Banyaknya akses yang belum cukup memadai, menjadi persoalan tersendiri, terlebih bagi Desa yang berada dalam radius ketinggian. salah satunya di Desa Polewali, Kecamatan Sinjai Selatan.
Menyadari hal tersebut, Pemerintah Desa Polewali, kemudian melakukan upaya dalam memperlancar akses jalan yang menghubungkan antara wilayah Dusun Bontomanai dengan Dusun Bontopaddu, melalui proyek pembangunan jembatan permanen.
Menurut Kepala Desa Polewali, Imran yang di konfirmasi team work expposetimur saat berada di lokasi pembangunan jembatan tersebut mengatakn bahwa, Proyek pembangunan jembatan ini bersumber dari Anggaran Dana Desa 2019 sebesar Rp. 233.000.000, dimana pelaksanaannya dilakukan secara swakelola dengan sistem padat karya.
“Jembatan ini nantinya akan menghubungkan dua Dusun yakni Bontomanai dengan Bontopaddu. Ini swakelola dengan sistem padat karya, kita anggarkan sumber dari Anggaran Dana Desa tahun 2019. ungkapnya, Senin (30/09/2019)
Imran berharap bahwa, dengan adanya Jembatan ini, kedepan dapat mempermudah bagi warga ke dua Dusun dalam akses distribusi, baik distribusi hasil pertanian maupun akses jalan dalam membangun silaturahmi antar kedua Dusun tersebut.
“Semoga dengan adanya jembatan ini, akan memudahkan akses distribusi hasil pertanian warga, dan juga akses silaturahmi warga antar Dusun” Harapnya.
Pekerjaan Jembatan ini terbilang cukup cepat pasalnya, baru dimulai pada tanggal 22 September 2019, dan sudah terlihat memasuki progres fisik 65%. Pemdes Polewali berharap pembangunan bisa cepat rampung agar dapat dinikmati warganya.
[ET01]












