Bersama Polsek Bulukumpa, KOPER Kembali Berbagi Untuk Warga Kurang Mampu

  • Bagikan
Giat Berbagi KOPER bersama Polsek Bulukumpa, Jumat kemarin (15/11/2019)

BULUKUMBA, EXPOSETIMUR.COM _ Untuk meringankan sedikit beban masyarakat kurang mampu, Polsek Bulukumpa bersama Komunitas Peduli Berbagi (KOPER) berkunjung dan memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Kec. Bulukumpa, pada Jumat kemarin (15/11/2019).

Adapun masyarakat kurang mampu yang dikunjungi beberapa titik diantarnya di Kelurahan Jawi-Jawi, Kelurahan Tanete, Desa Bonto Minasa dan Desa Balang Taroang.

Giat Berbagi KOPER bersama Polsek Bulukumpa, Jumat (15/11/2019)

Kunjungan Silaturahmi tersebut dipimpin langsung Kanit Binmas Polsek Bulukumpa Iptu Muh. Halim dan KA SPK Polsek Bulukumpa Aiptu Syamsuddin beserta rombongan dari Komunitas Peduli Berbagi.

“Kita berkunjung dan silaturahmi kepada masyarakat kurang mampu untuk memberikan sedikit bantuan, mudah-mudahan dengan bantuan itu dapat membantu meringankan bebannya” cerita Kanit Binmas

Dikatakannya, Penerima bantuan tersebut salah seorang wanita yang sudah masuk usia rentan dan ia sangat senang dikunjungi, diusianya yang tergolong uzur ini masih ada orang yang peduli.

“Terimakasih sudah datang dan memberikan bantuan, semoga Allah SWT membalas kebaikan yang bapak ibu lakukan” ungkap Muh. Halim seraya menirukan ucapan kegembiraan nenek yang menerima bantuan.

Dia menambahkan, Giat ini Polsek bersama KOPER akan terus berlanjut dengan memberikan bantuan kepada orang-orang kurang mampu dan yang benar-benar butuh bantuan, selain itu pihaknya menyampaikan imbauan kamtibmas terhadap warga yang ada di sana.

Diketahuai bahwa, beberapa data penerima bantuan tersebut merupakan hasil survey relawan KOPER sebelumnya,

Berikut data kujungan penyaluran bantuan:

1. Nenek Hasinang, umur (70) warga Jl. Kemakmuran Kel.Tanete. Beliau tinggal sebatangkara tanpa anak dan suami. Beliau tinggal di rumah ukuran 2 x 3 meter yang diketahui merupakan pinjaman dari saudaranya. Tubuhnya yang sudah renta ditambah mata sebelah kiri yang sudah tidak berfungsi, menjadikan nenek Hasinang ini tak bisa berbuat banyak untuk mencari nafkah, hidupnya sehari hari bergantung pada saudara dan tetangga yang prihatin melihat kondisinya.

Baca Juga :   2 Unit Motor N-MAX Raib Digarasi, Polisi Temukan Sendal Pelaku di TKP

2. Nenek Becce, (59), warga Balombessie, Kel. Jawi-Jawi. Tinggal seorang diri tanpa anak dan suami (perawan tua). Nenek Becce ini tinggal di gubuk yang kondisinya sangat memprihatinkan, dinding rumahnya sudah lapuk dan terlihat lubang di mana-mana,  begitupun dengan keadaan isi rumah sangat membuat hati miris melihatanya. Untuk kebutuhan sehari-hari,  Nenek Becce ini cuma dibantu oleh kerabat dan tetangga yang iba melihat kondisinya.

3.Nenek Tia (64)  dan kakek Baco (69),  Alamat Lembangnyorang Desa Bonto Minasa Kec. Bulukumpa. Hidup bersama dengan 2 orang cucu yang berusia 6 dan 7 tahun. Nenek Tia ini mempunyai 2 orang anak, 1 diantaranya merantau ke Malaysia tapi tidak pernah lagi memberi kabar, dan yang 1 tinggal di kampung sebelah, tapi karena kondisi keuangan anaknya  juga yang memprihatinkan, membuat Nenek Tia ini tak begitu menuntut biaya hidup pada anaknya tersebut.  Jika malam tiba, rumah nenek Tia cuma disinari oleh lampu pelita (SULO). Begitui miris hidup beliau yang tidak pernah merasakan terangnya lampu listrik. Untuk biaya hidup sehari-hari,  Nenek Tia cuma mengandalkan isi kebun yang luasnya cuma sepetak.

4.Kakek Baha (55) , warga dusun Mattunggaleng, Desa Bontobulaeng, Beliau sudah puluhan tahun tinggal sebatang kara di rumah dengan ukuran 3 x 3 meter.  Tanah tempat tinggalnya pun merupakan tanah pinjaman dari tetangganya.  Kondisi matanya sebelah kiri yang mengalami katarak, berakibat membatasi beliau untuk bekerja banyak. Tapi untuk bisa bertahan hidup sehari-hari, kakek Baha ini tidak berpangku tangan, beliau tetap berusaha bekerja apa saja dimana tenaganya dibutuhkan. Sangat miris dan perih hati mendengar perjuangan hidupnya.

5. Anwar, warga Biroro Kel.tanete, hidup sebatang kara penyandang cacat lahir ( lumpuh layuh).

(hms-red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *