Ormas  

9 Delegasi Menolak Hasil Kongres Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng (IMPS)

Foto Famplet penolakan kongres IMPS

Soppeng, Exposetimur.com _ Berorganisasi merupakan proses pembelajaran apalagi di kalangan mahasiswa. Dalam organisasi, memiliki struktur kepemimpinan dan setiap periode di adakan pergantian ketua, begitulah organisasi pada umumnya yang di laksanakan melalui musyawarah dan melibatkan seluruh warga dari internal organisasi. Hal tersebut sebagai cerminan nilai-nilai lembaga dan kaidah-kaidah dalam berorganiasi yang di jewantahkan dalam wujud musyawarah.

Beda halnya yang terjadi d IMPS (Ikatan Mahasiswa Pelajar Soppeng) yang berdiri sejak beberapa tahun yang lalu yang sempat mengalami kekosongan pemimpin dari tahun 2017, dimana pada saat itu ketua trakhir dari delegasi UNM dan mengalami kevakuman.

Untuk mengisi kekosongan kepemimpinan tersebut, maka pada hari Jum’at 21 Mei 2021, di adakanlah kongres istimewa  dan semua delegasi sepakat atas diadakannya kongres istimewa tersebut tetapi jumlah kepesertaan tentu dibatasi karena di tengah pandemi Covid-19. Kongres Ke XXXIII ini dilaksanakan di Rumah Jabatan Bupati Soppeng.

Pada tanggal, Sabtu 22 Maret 2021, Sebulan (9) delegasi menyatakan menolak hasil hasil kongres, karena dinilai tidak mencerminkan kaidah-kaidah berlembaga dan melahirkan ketua yang di anggap akan berpengaruh buruk untuk IMPS kedepannya, surat yang di layangakan tidak di indahkan, hal ini sangatlah tidak sesuai dan tidak mendidik dalam menyikapi tindakan-tindakan dari beberapa delegasi IMPS. Ini justru dinilai asyik membuka jalur pertemuan kepada para legislator tetapi mengesampingkan memperbaiki internal di tubuh IMPS itu sendiri “Silatuhrahmi menindak lanjuti ketidak sepahaman antara semua delegasi yang menimbulkan perpecahan dan menjauhkan jarak silatuhrahmi antara beberapa delegasi”  Terang Yusran Darmansyah.

Lanjutnya Yusran bahwa, beberapa delegasi menggagap kongres PP IMPS cacat saat ini, dan wacana pelantikan itu di anggap tidak mampu memperkuat simpul-simpul dalam lembaga tertinggi mahasiswa Soppeng ini, konflik yang masi terjadi di tubuh IMPS itu tidaak terselesaikan dan siapa yang akan dilantik ?

Yusran Darmansa merupakan salah satu mahasiswa Soppeng yang kuliah di Universita Hasanuddin sekaligus Demisioner Ketua IMPS Kooperti Unhas sangat menyayangkan arah PP IMPS saat ini.
“saya sebenarnya sangat sedih melihat kondisi internal PP IMPS, akibat dari adanya ketua terpilih dari kongres istimewa kemarin muncul perpecahan di antara Delegasi yang mana ada menolak hasil hasil kongres karena tidak sesuai dengan kaidah kaidah-kaidah berorganisasi yang dianggap inkonstitusional karena hanya di hadiri oleh beberapa delegasi, bagian utama dalam imps yaitu menegakkan asas kekeluargaan yang menjadi acuan kepada seluruh mahasiswa soppeng untuk tetap menjalin silatuhrahmi. Namun kita liat saat ini justru silatuhrahmi itu agak renggang dan bisa saja kedepannya muncul kubu kubu baru ditubuh imps akibat dari tidak tersalurkannya aspirasi dari setiap delegasi” Terang Yusran, Senin (24/05/2021).

Yusran menambahkan bahwa, Salah satu poin yang paling mendukung untuk ditolak karena kongres dilaksanakan sangat terburu-buru dan terkesan dipaksakan, sehingga meskipun mekanisme kongres menyatakan konstitusional, akan tetapi tidak akan mencapai unsur kemanfaatan karena sebagian besar delegasi secara umum dan delegasi yang merupakan penggagas kongres secara khusus tidak merasa terwakilkan hak suara dan hak demokrasinya dalam penetapan ketua MOP PP IMPS sehingga tujuan diadakan kongres untuk bangkit dari kevakuman jauh dari kata tepat sasaran, bahkan berimplikasi pada dualisme organisasi apabila dipaksakan.

Dari informasi yang di himpun, Aliansi delegasi IMPS yang menolak hasil kongres dan pelantikan PP IMPS XXXIII di antaranya: IMPS UNISMUH, IMPS UNHAS, IMPS UMI, IMPS UIM, IMPS UIT, IMPS LALABATA, IMPS CITTA, IMPS MARIORIWAWO, IMPS GANRA, IMPS ASRAMA 1.

(Reply: Eventius Suparno)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *