Lutim, — Komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam membangun kualitas sumber daya manusia terus menunjukkan langkah nyata dan berkelanjutan. Transformasi besar di sektor pendidikan kian terlihat melalui rangkaian program strategis, mulai dari bantuan seragam sekolah melalui Program Kartu Pintar, hingga pembangunan gedung baru Politeknik Sorowako (Poliwako) yang kini resmi dimulai di Kecamatan Nuha, Kamis (04/12/2025).
Prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung perkuliahan Poliwako berlangsung dengan penuh antusiasme. Kehadiran civitas akademika, unsur Forkopimda, manajemen PT Vale Indonesia, serta masyarakat menjadi bukti besarnya harapan terhadap masa depan pendidikan vokasi di daerah berbasis industri ini.
Pembangunan Poliwako menandai langkah penting dalam menjawab kebutuhan tenaga profesional di bidang teknik dan industri yang semakin berkembang di Luwu Timur. Kampus vokasi ini diproyeksikan menjadi pusat pengembangan keterampilan teknis serta laboratorium pendidikan modern untuk menyiapkan generasi siap kerja dan kompeten.
Transformasi pendidikan Luwu Timur tidak berhenti pada pembangunan jenjang tinggi. Sebelumnya, Program Kartu Pintar sukses menjangkau seluruh siswa TK, SD, dan SMP dengan penyediaan seragam sekolah gratis. Menariknya, pengadaan seragam tersebut melibatkan ratusan UMKM penjahit desa sebagai mitra kerja pemerintah, sehingga manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat desa.
Sejalan dengan itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan kawasan pendidikan terpadu di atas lahan sekitar 200 hektare melalui proses kerja sama dengan Kementerian Kehutanan. Kawasan ini direncanakan menjadi pusat pendidikan lengkap mulai dari kampus, boarding school, sekolah rakyat, hingga pusat pemberdayaan UMKM dan rehabilitasi sosial.
Langkah-langkah strategis tersebut menjadi jawaban atas tingginya kebutuhan pendidikan di Luwu Timur. Data menunjukkan, sekitar 10 ribu pelajar Luwu Timur masih harus menempuh pendidikan di luar daerah karena keterbatasan fasilitas pendidikan tinggi lokal. Kehadiran Poliwako sebagai institusi vokasi regional diharapkan menjadi perubahan besar untuk mengurangi beban ekonomi keluarga serta membuka akses lebih luas bagi anak daerah.
Selain pembangunan fisik, kegiatan juga dirangkaikan dengan peresmian papan nama Politeknik Sorowako serta penandatanganan kerja sama pelatihan Vocational Short-Term Training (VST) antara Pemkab Lutim dan Poliwako sebagai upaya memperkuat kemitraan pendidikan berbasis industri.
Transformasi pendidikan Luwu Timur yang terus bergerak maju menjadi fondasi penting bagi terwujudnya daerah yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. Dari seragam sekolah yang dijahit pelaku UMKM desa, hingga pembangunan kampus vokasi modern, arah pembangunan menunjukkan keberpihakan pada masa depan generasi muda. (nh exp-tim)












