Malili, – Pemerintah Desa Baruga menggelar pengkajian keadaan desa sebagai bagian dari penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), Selasa (14/4/2026), di pelataran parkir Pasar Malili. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sinkronisasi program desa dengan kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Forum yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WITA tersebut dihadiri oleh pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, pendamping desa, serta berbagai elemen masyarakat dari tingkat dusun.
Keterlibatan kelompok masyarakat miskin, perempuan, pelaku UMKM, petani, nelayan, petambak, tokoh agama, hingga pemuda menunjukkan komitmen inklusivitas dalam perencanaan pembangunan desa.
Selain itu, unsur pelayanan dasar seperti bidan desa, kader, PKK, serta perwakilan tenaga pendidik dari SD dan TK juga turut memberikan masukan sesuai bidang masing-masing.
Kepala Desa Baruga menegaskan bahwa pengkajian ini menjadi langkah strategis untuk memastikan arah pembangunan desa tidak hanya berbasis kebutuhan masyarakat, tetapi juga sejalan dengan visi pembangunan daerah.
“Apa yang kita susun dalam RPJMDes harus selaras dengan program pemerintah kabupaten, sehingga pembangunan dari desa hingga kabupaten bisa berjalan searah dan saling menguatkan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua BPD yang menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam membangun kesinambungan kebijakan antara desa dan pemerintah daerah.
“Aspirasi masyarakat adalah fondasi utama. Ketika itu terakomodasi dengan baik dan disinergikan dengan kebijakan kabupaten, maka pembangunan akan lebih efektif dan berdampak luas,” katanya.
Dalam forum tersebut, berbagai usulan mengemuka, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan rabat beton, drainase, dan fasilitas balai desa, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bantuan bagi UMKM, petani, petambak, peternak, dan nelayan menjadi fokus yang dinilai relevan dengan arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di sektor sosial, isu kepemudaan, kesehatan, dan pendidikan juga menjadi perhatian. Usulan yang disampaikan diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang merupakan salah satu prioritas pembangunan di tingkat kabupaten.
Pemilihan lokasi kegiatan di ruang terbuka, yakni pelataran parkir Pasar Malili, dinilai efektif dalam mendorong partisipasi masyarakat secara luas dan terbuka.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Baruga menegaskan komitmennya untuk menghadirkan RPJMDes yang tidak hanya partisipatif dan berbasis kebutuhan riil masyarakat, tetapi juga menjadi bagian integral dari implementasi kebijakan pembangunan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.
Dengan demikian, sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah diharapkan mampu mempercepat pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan tepat sasaran.
(nh/red)












