Program Mandalish Lutim Juara Cetak Kemajuan Signifikan, Peserta Tunjukkan Lonjakan Kemampuan Bahasa Mandarin

Dok exp-tim

LUWU TIMUR – Program Mandalish Luwu Timur Juara Batch 1 mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan. Setelah menjalani pembelajaran intensif selama lebih dari satu bulan, mayoritas peserta mengalami peningkatan kemampuan bahasa Mandarin yang signifikan, baik dalam aspek berbicara, membaca, menulis, maupun mendengar.

Berdasarkan laporan tim pengajar, sekitar 90 persen peserta memperlihatkan perkembangan yang pesat sejak mengikuti program tersebut. Kemajuan itu terlihat dari kemampuan peserta dalam memahami materi pembelajaran hingga keberanian menggunakan bahasa Mandarin dalam komunikasi sehari-hari.

Saat ini para peserta telah menyelesaikan tahap Basic dan naik ke Level 1. Materi yang dipelajari mencakup pengenalan serta penulisan Hanzi (aksara Tiongkok), penguasaan kosakata, hingga kemampuan Speaking Dasar 1.0 yang menjadi fondasi komunikasi dalam bahasa Mandarin.

Meski harus menjalani jadwal belajar yang cukup padat dari pagi hingga malam hari, semangat peserta tetap terjaga. Selain mengikuti pembelajaran di kelas, mereka juga dituntut menyetorkan hafalan kosakata setiap hari sebagai bagian dari proses pembiasaan bahasa.

Capaian tersebut turut tercermin dari hasil ujian tengah program (Mid Test). Rata-rata peserta berhasil meraih nilai sekitar 90 pada materi yang diujikan, meliputi Listening, Reading, Writing, dan Speaking.

Divisi Pendidikan Mandalish, Agung Cahyono, menilai perkembangan peserta hingga pertengahan program berada di atas ekspektasi mengingat sebagian besar peserta sebelumnya belum memiliki dasar bahasa Mandarin.

“Ini menjadi capaian yang sangat baik karena peserta baru mempelajari materi speaking selama 14 hari. Namun perkembangan kemampuan berbicara mereka terlihat sangat signifikan dan menunjukkan proses pembelajaran berjalan efektif,” ungkap Agung.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya didukung oleh metode pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui penerapan program Mandarin Area di lingkungan asrama yang mewajibkan peserta menggunakan bahasa Mandarin dalam aktivitas sehari-hari.

Pendekatan tersebut terbukti mampu mempercepat adaptasi peserta terhadap bahasa yang dipelajari. Mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa mempraktikkan bahasa Mandarin secara langsung dalam berbagai situasi.

Salah seorang peserta, Sardevj, mengaku awalnya tidak memiliki kemampuan dasar bahasa Mandarin. Namun melalui pembelajaran intensif dan pembiasaan setiap hari, dirinya kini mampu melakukan percakapan sederhana serta membaca Hanzi dasar.

“Awalnya terasa sangat sulit karena saya benar-benar belum pernah belajar bahasa Mandarin. Tapi karena setiap hari digunakan dan dilatih terus-menerus, sekarang saya mulai terbiasa berbicara dan memahami Hanzi dasar,” ujarnya.

Program Mandalish Luwu Timur Juara merupakan salah satu upaya pengembangan sumber daya manusia yang diarahkan untuk meningkatkan daya saing generasi muda menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin global.

Dengan perkembangan yang ditunjukkan peserta hingga pertengahan program, Mandalish Luwu Timur Juara Batch 1 dinilai berada pada jalur yang tepat dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi bahasa asing, keterampilan komunikasi internasional, serta kesiapan bersaing di tingkat nasional maupun global.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi indikator positif bahwa investasi pemerintah daerah pada sektor pendidikan dan peningkatan kapasitas generasi muda mulai memperlihatkan hasil nyata dalam membangun SDM unggul menuju Luwu Timur yang lebih maju dan kompetitif.

(nh-exp/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *