Malili – Komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam membangun birokrasi yang profesional kembali ditegaskan melalui inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Bupati Irwan Bachri Syam di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Selasa (28/7/2026).
Sidak tersebut difokuskan pada evaluasi tingkat kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN), khususnya terkait kehadiran pegawai dalam menjalankan tugas serta partisipasi pada agenda resmi pemerintah daerah.
Dalam arahannya, Bupati Irwan menegaskan bahwa disiplin merupakan salah satu indikator utama keberhasilan reformasi birokrasi. Menurutnya, aparatur yang disiplin akan menciptakan budaya kerja yang produktif dan berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Disiplin adalah harga mati bagi setiap ASN. Karena itu saya meminta BKPSDM mendata seluruh pegawai yang tidak hadir tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Irwan.
Ia menilai, kehadiran dalam setiap agenda pemerintah bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi menjadi wujud tanggung jawab moral dan profesional sebagai pelayan masyarakat.
Bupati juga menginstruksikan BKPSDM untuk memperkuat sistem pengawasan terhadap disiplin pegawai, termasuk melakukan evaluasi terhadap ASN yang berulang kali mangkir dari kegiatan resmi tanpa keterangan yang jelas.
Menurut Irwan, penegakan disiplin harus diterapkan secara konsisten, objektif, dan berkeadilan agar mampu membangun budaya kerja yang sehat di seluruh organisasi perangkat daerah.
Selain menjadi instrumen pembinaan, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan integritas aparatur sekaligus memperkuat efektivitas pelaksanaan program-program pembangunan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran disiplin yang berpotensi menghambat kinerja organisasi. ASN harus menunjukkan integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Melalui penguatan disiplin aparatur, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menargetkan terciptanya birokrasi yang semakin akuntabel, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik, sehingga seluruh program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Rils/kominfo-sp | diolah)












