125 Kepala Desa Lutim Kompak Jaga Kamtibmas, Bupati Irwan Tekankan Deteksi Dini

Dok kominfo-sp

MALILI — Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Luwu Timur diperkuat melalui ikrar bersama 125 kepala desa se-Kabupaten Luwu Timur. Mereka menyatakan sikap menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu stabilitas dan kondusivitas daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Apel Siaga Kamtibmas dan Kebencanaan yang digelar di Lapangan Pendidikan Malili, Rabu (19/8/2026). Ikrar dibacakan Kepala Desa Bawalipu, Wahyuddin, SH., di hadapan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam dan jajaran Forkopimda.

“Kami para kepala desa se-Luwu Timur menolak dengan keras segala bentuk provokasi yang mengancam keamanan dan ketertiban di wilayah Luwu Timur,” tegas Wahyuddin saat membacakan ikrar peserta apel.

Bupati Irwan Bachri Syam dalam arahannya menekankan pentingnya membangun sistem kewaspadaan yang mengedepankan pencegahan. Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu sebuah persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan atau bencana baru kemudian mengambil tindakan.

“Saya meminta seluruh jajaran untuk tidak menunggu masalah datang baru bergerak. Bangun pola kerja yang preventif dan responsif,” kata Irwan.

Ia menegaskan, deteksi dini menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas daerah. Setiap potensi persoalan, baik yang berkaitan dengan keamanan maupun kebencanaan, perlu diidentifikasi dan ditangani sejak awal melalui komunikasi serta koordinasi lintas sektor.

“Potensi konflik harus dikomunikasikan sebelum membesar. Potensi bencana harus dimitigasi sebelum terjadi. Ketika bencana atau gangguan keamanan benar-benar terjadi, kita harus bergerak cepat, tepat dan terkoordinasi,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, kepala desa dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi unsur pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Mereka diharapkan mampu membaca dinamika sosial, membangun komunikasi dengan warga, serta segera melaporkan dan mengoordinasikan setiap potensi gangguan yang muncul di wilayah masing-masing.

Komitmen para kepala desa juga mencakup dukungan terhadap upaya pemerintah menjaga situasi daerah tetap kondusif, termasuk dalam mengawal berbagai program strategis pemerintah pusat maupun daerah.

Bagi Pemkab Luwu Timur, kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan. Stabilitas wilayah membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, TNI-Polri, perangkat penanggulangan bencana hingga masyarakat.

Apel Siaga Kamtibmas dan Kebencanaan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Timur, unsur Forkopimda, kepala OPD terkait, serta personel dan relawan dari berbagai unsur. Di antaranya TNI, Kepolisian, BPBD, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Tagana Dinas Sosial, PSC 119, Satpol PP, Fire Rescue PT Vale Indonesia Tbk, Komcad, dan perangkat desa se-Kabupaten Luwu Timur.

Kehadiran seluruh unsur tersebut sekaligus menegaskan bahwa penguatan keamanan, kesiapsiagaan bencana, dan ketahanan sosial di Luwu Timur membutuhkan kerja bersama yang terintegrasi dan berkelanjutan.

(Rils/kominfo-sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *