SINJAI — Perlindungan anak tidak cukup berhenti pada pemenuhan hak dasar, tetapi harus diwujudkan dengan memastikan setiap anak memiliki kesempatan tumbuh, belajar dan meraih masa depan tanpa tekanan yang dapat menghambat perkembangannya.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Sinjai Dra. Hj. Ratnawati Arif saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang digelar Forum Anak Maseddi Sinjai bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sinjai, Rabu (9/9/2026).
Di hadapan peserta didik, Bupati yang juga Bunda Forum Anak Sinjai itu secara khusus menyoroti pentingnya mencegah pernikahan usia anak. Menurutnya, keputusan menikah pada usia yang belum semestinya dapat membawa konsekuensi terhadap kesehatan, kondisi psikologis, pendidikan, hingga persoalan hukum.
Ratnawati ingin anak-anak Sinjai mendapatkan ruang yang cukup untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkualitas dan berkarakter sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
“Biarkan anak-anak kita tumbuh sehat dan berkualitas sampai meraih cita-citanya dan layak untuk menikah. Hari ini kita harus hadirkan keadilan untuk seluruh anak,” tegasnya.
Sekolah dan Keluarga Harus Jadi Ruang Aman
Selain pernikahan usia anak, Bupati juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dari perundungan (bullying) dan diskriminasi.
Menurutnya, perlindungan terhadap anak harus hadir di seluruh ruang kehidupan, mulai dari keluarga, sekolah hingga lingkungan masyarakat. Pemerintah pun dituntut memastikan kebijakan perlindungan anak benar-benar memberi rasa aman bagi setiap anak.
“Pemerintah melalui kebijakannya harus hadir memberikan perlindungan yang nyata bagi anak. Jangan sampai ada anak mendapatkan perundungan, didiskriminasi di lingkungan mana pun,” tambahnya.
Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pemenuhan hak anak merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Tantangan Anak Semakin Kompleks
Kepala DP3AP2KB Sinjai, Andi Ariany Djalil, mengatakan anak-anak saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan zaman.
Menurutnya, derasnya arus digitalisasi, persoalan kekerasan serta masalah gizi, termasuk stunting, membutuhkan perhatian dan pendampingan secara berkelanjutan.
“Hari ini anak-anak kita dihadapkan dengan era digitalisasi yang dinamis, kekerasan hingga persoalan gizi akibat stunting,” ungkapnya.
Karena itu, Forum Anak Maseddi Sinjai diharapkan tidak sekadar menjadi wadah kegiatan, tetapi juga ruang bagi anak untuk bertumbuh, saling mendukung, mengembangkan potensi dan mengekspresikan kemampuan secara positif.
Upaya tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan program pembinaan dan perlindungan anak yang dilaksanakan pemerintah daerah.
HAN Diisi Kegiatan Kreatif
Puncak HAN ke-42 di Sinjai juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan peserta didik tingkat TK dan SD. Kegiatan dipusatkan di Lapangan Tennis A. Arifuddin Mattotorang, Kecamatan Sinjai Utara, dan diikuti kurang lebih 40 peserta.
Untuk tingkat TK, peserta mengikuti lomba mewarnai dan estafet bola. Sementara peserta tingkat SD mengikuti lomba menggambar dan estafet biskuit.
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, peringatan HAN menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak sekaligus memastikan generasi muda Sinjai memiliki ruang yang aman untuk belajar, berkembang dan mempersiapkan masa depan.
Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sinjai Andi Tenri Rawe Baso, Ketua TP-PKK Sinjai Rozalina A. Mahyanto, Kepala Dinas Pendidikan, sejumlah kepala OPD, lurah, perwakilan DWP Sinjai, serta Ketua dan pengurus Forum Anak Maseddi Sinjai.
(Hms Kmf|AM)












