SINJAI – Pemerintah Kabupaten Sinjai menerima dukungan vaksin dan perlengkapan penanganan flu burung atau Avian Influenza (AI) dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Senin (12/10/2026). Bantuan tersebut akan segera didistribusikan dengan mempertimbangkan pemetaan wilayah serta kebutuhan penanganan di lapangan.
Bupati Sinjai, Dra. Hj. Ratnawati Arif, menerima bantuan tersebut di Rumah Jabatan Bupati Sinjai. Ia didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setdakab, Ir. H. A. Himawan Saleh, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Syamsul Alam, serta jajaran terkait.
Bantuan itu berasal dari Kementerian Pertanian RI melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros.
Adapun dukungan yang diterima meliputi 150.000 dosis vaksin, disinfektan, alat pelindung diri (APD), serta alat suntik. Ketersediaan sarana tersebut diharapkan memperkuat kesiapan petugas dalam menjalankan langkah pengendalian penyakit pada unggas di wilayah terdampak maupun wilayah yang diprioritaskan berdasarkan hasil pemetaan.
Bupati Ratnawati Arif menegaskan, penyaluran bantuan akan dilakukan secepatnya agar dapat mendukung penanganan yang dibutuhkan di lapangan.
“Penyalurannya akan kita lakukan mulai besok,” ungkapnya setelah menerima bantuan.
Ia meminta masyarakat, khususnya para peternak, tetap tenang dan berpartisipasi aktif dalam upaya pengendalian yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, kewaspadaan perlu disertai langkah pencegahan, terutama menjaga kebersihan diri dan lingkungan kandang serta segera melaporkan apabila ditemukan unggas yang menunjukkan gejala mencurigakan atau kematian tidak biasa.
“Kita harapkan masyarakat tidak perlu khawatir, tetap jaga kebersihan diri dan area kandang ternak serta melaporkan jika terdapat kasus flu burung,” harap Bupati.
Upaya pengendalian flu burung membutuhkan keterlibatan petugas kesehatan hewan dan peternak secara berkelanjutan. Selain dukungan vaksin dan disinfektan, pelaporan dini serta penerapan biosekuriti di peternakan menjadi bagian penting untuk membantu membatasi risiko penyebaran penyakit.
Melalui bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi tersebut, Pemkab Sinjai berharap penanganan flu burung dapat berjalan lebih terarah. Prioritas selanjutnya ialah memastikan bantuan dimanfaatkan sesuai kebutuhan, memperkuat pengawasan kesehatan unggas, dan meningkatkan kesadaran peternak terhadap langkah pencegahan.
(Rils/Hms-KMF|AM)












