Ormas  

Peringati Hari Reformasi Ke 23 Tahun, Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene Gelar Aksi

Aksi Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM) dalam rangka hari Reformasi ke 23 Tahun di Tugu Majene Sulawesi Barat, Jum'at (21/05/2021)

Majene, Exposetimur.com _ Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM) turun kejalan melakukan aksi dalam rangka memperingati hari Reformasi Ke 23 tahun, Jumat 21 Mei 2021.

Peringatan hari reformasi ini bagian dari sejarah lengsernya Presiden Soeharto setelah 32 tahun menjadi Presiden Republik Indonesia.

Aksi ini dilakukan gabungan beberapa lembaga yaitu Semut, GmnI Majene,  LMND Kota Majene, IMM Majene, Bem Nus, Bem Unsulbar dan Calon Cabang GmkI Majene.

Massa aksi mulai bergerak dari titik kumpul di depan Rektorat Unsulbar  sekitar pukul 14.30 menuju titik aksi di depan Tugu Bundaran Majene (Pusat Pertokokan) Sulawesi Barat. Aksi kemudian dimulai sekitar Pukul 15: 55.

Jendral lapangan Andi Sultan Agung (Bung Zul) membuka jalan nya aksi sambil berorasi meneriakkan tuntutan mereka.

Aksi Solidaritas Perjuangan Mahasiswa Majene (SPMM) dalam rangka hari Reformasi ke 23 Tahun di Tugu Majene Sulawesi Barat, Jum’at (21/05/2021)

Andi Sultan Agung (Bung Zul) yang bersal dari lembaga Semut mengatakan bahwa, agenda Reformasi Ialah peralihan dari Order baru ke Reformasi, namun di Kabupaten Majene belum sepenuhnya berjalan akan nilai reformasi tersebut,  pasalnya Kabupaten ini memiliki alokasi anggaran pendidikan yang dinilai masih sangat minim. Hal tersebut menurutnya terlihat di pelosok Kecamatan Malunda, Ulumanda, dan Sendana. Minimnya alokasi ini ditandai minimnya tenaga pengajar terkhusus di wilayah Kecamatan Ulumanda yang hanya terdapat 1 guru dan 1 kepala sekolah, hal ini juga karena faktor Infrastruktur jalan yang kurang memadai (Jalan Rusak).

Selain itu kata Bung Zul, masih banyaknya kebijakan yang berdampak buruk terhadap masyarakat, sperti  adanya Reklamasi pantai di wilayah Kota Majene (ling Pangali-ali) yang menurut mereka harus di hentikan karena menyangkut hidup masyarakat nelayan yang di sekitarnya.

Sementra itu, Ketua LMND, Yunus Bonggapaillin (Bung Yunus) menyampaikan tuntutan dari para mahasiswa yakni:

* Tingkatan kebijakan Anggaran Pendidikan.
* Hentikan Reklamasi
* Tertibkan Tambang galian C di seluruh Wilayah Majene yang Ilegal.
* Segera percepatan Relokasi korban gempa.
*Tidak adanya Transparansi Dana PI
* Segera perbaiki drenase lingkungan Majene.
* Segera perbaiki infrastruktur jalan di wilayah Pelosok Majene
*Kinerja DPPPA dipertanyakan.

setalah itu massa aksi membuat lingkaran besar di jalan, sehingga menutup sebagian jalan trans Sulawesi sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan di akhiri hening cipta bersama.

( Rep.Eventius Suparno )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *