Luwu Timur, — Upaya percepatan penurunan angka Stunting terus digencarkan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Luwu Timur melalui implementasi program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang digelar di Kecamatan Burau, Kamis (30/4/2026).
Program ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang, khususnya bagi kelompok rentan yang berisiko mengalami stunting. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan potensi sumber daya lokal dengan dukungan lintas sektor.
Di wilayah Burau, kegiatan Dashat difokuskan pada 11 desa lokus dari total 53 desa prioritas yang tersebar di seluruh Kabupaten Luwu Timur. Kegiatan diawali di Desa Burau dan dibuka langsung oleh Kepala DPPKB, Amrullah.
Selain penyuluhan gizi, kegiatan ini juga menghadirkan kolaborasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang memberikan edukasi tentang pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik, sebagai bagian dari pendekatan lingkungan sehat.
Materi edukasi stunting disampaikan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Masyarakat, Andi Tulleng. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini, terutama pada fase krusial 1000 Hari Pertama Kehidupan.
“Intervensi harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Tidak hanya soal asupan gizi, tetapi juga pola asuh serta lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.
Tak hanya bersifat teoritis, kegiatan Dashat juga dilengkapi dengan praktik langsung oleh kader, yang mendemonstrasikan pengolahan bahan pangan lokal menjadi menu bergizi seimbang. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian keluarga dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
Program Dashat di Luwu Timur telah berlangsung sejak 27 April dan dijadwalkan berakhir pada 5 Mei 2026, mencakup 11 kecamatan dengan total 53 desa lokus. Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga penyuluh keluarga berencana.
Melalui program ini, pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang dan pola hidup sehat semakin meningkat, sehingga upaya penurunan stunting dapat tercapai secara signifikan dan berkelanjutan.
(Rilis/Kominfo-SP | diolah)












