Pemkab Luwu Timur Intensifkan Penataan Pohon dan Infrastruktur Kota Malili, Wujudkan Kawasan Perkotaan yang Aman dan Asri

Oplus_131072

LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat penataan kawasan perkotaan di Malili sebagai ibu kota kabupaten melalui program terpadu yang menyasar infrastruktur jalan, drainase, jaringan utilitas, hingga penataan pohon pelindung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Malili yang lebih ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) sekaligus meminimalkan risiko bencana di kawasan perkotaan.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, dunia usaha, hingga masyarakat dalam satu tim terpadu yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Timur, dr. H. April, M.Kes, menjelaskan bahwa penataan kota tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana dan peningkatan keselamatan masyarakat.

“Salah satu program Pemerintah Kabupaten Luwu Timur adalah melakukan pemeliharaan dan penataan ibu kota Kabupaten, baik melalui pembenahan infrastruktur maupun ruang publik agar Kota Malili menjadi lebih aman, sehat, rapi, dan indah. Di sisi lain, langkah ini juga merupakan bagian dari mitigasi untuk mengurangi risiko bencana,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menugaskan satuan tugas bersama instansi terkait untuk melakukan penataan secara bertahap, meliputi pemeliharaan jalan, pembersihan drainase, penataan tiang dan kabel utilitas, hingga peremajaan pohon-pohon pelindung yang dinilai sudah tidak layak dipertahankan.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah pohon pelindung di sepanjang Jalan Dr. Ratulangi. Beberapa pohon akan dipangkas, sementara pohon yang telah tua, rawan tumbang, atau tidak lagi mendukung penataan kota akan ditebang dan selanjutnya diganti dengan tanaman yang lebih sesuai.

“Khusus pohon pelindung, kami melakukan evaluasi terhadap kondisinya. Pohon yang masih sehat akan dipangkas agar lebih rapi, sedangkan yang sudah berisiko atau tidak lagi mendukung penataan kota akan diremajakan,” jelas dr. April.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Gerakan Jumat Bersih Juara, yang tidak hanya difokuskan pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mencakup penataan ruang terbuka hijau dan vegetasi perkotaan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan program dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai perangkat daerah, di antaranya BPBD, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng unsur TNI dan Polri, perusahaan penyedia utilitas seperti PLN dan Telkom, perusahaan swasta seperti PT Vale Indonesia dan PT CLM, serta pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, dan masyarakat setempat.

Menurut dr. April, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan penataan Kota Malili karena pembangunan kawasan perkotaan merupakan tanggung jawab bersama.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap wajah Kota Malili semakin tertata, nyaman, dan aman bagi masyarakat. Di sisi lain, penataan infrastruktur dan ruang publik yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu mengurangi potensi bencana akibat pohon tumbang, saluran drainase yang tersumbat, maupun jaringan utilitas yang semrawut.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menghadirkan ibu kota daerah yang representatif, ramah lingkungan, serta mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

(nh-exp/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *