Merasa Mendapat Perlakuan Kasar Dari Operator Dukcapil, HMI Bulukumba Meminta Kadis Bertindak

  • Bagikan
Situasi yang mulai memanas saat Alif bersitegang dengan operator Dukcapil Bulukumba, Selasa (04/02/2020)

BULUKUMBA, EXPOSETIMUR.com – Alif Akbar selaku Sekum PTKP Komisariat UMB HMI Bulukumba mengaku mendapat perlakuan kurang baik oleh petugas operator Duscapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil), selasa (4/2/20) kemarin tepat pada puncak hari jadi Bulukumba ke-60. Akibatnya, sempat  terjadi ketegangan antara Alif dan operator,

Menurut Alif, perlakuan itu dialami saat hendak menanyakan rezi KTP kerabatnya yang sudah melakukan perekaman senin,(3/2/20) lalu, dibagian operator percetakan KTP, Namun KM operator Duscapil melakukan tindakan represif dengan alasan belum ada pengajuan KTP.

“Saya menegaskan pada kepala Dinas Duscapil agar segera memberi sanksi berat pada anggotanya yang memberi pelayanan buruk yang sudah tidak layak lagi jadi pelayan masyarakat bagian data kependudukan” Pungkas Alif dalam keteranganya ke media.

Ia kemudian menegaskan bahwa, dalam waktu 1×24 jam tidak ada tindakan dan langkah yang di ambil oleh pihak Kepala Dinas Disdukcapil, maka akan bergerak untuk membuat sebuah gerakan besar besaran.

Sementara itu pihak media mendatangi kantor kepala dinas Duscapil Bulukumba melalui sekertarisnya Awaluddin Amir mengatakan,  “Saya sudah mengetahui kejadian tersebut berdasarkan pemberitahuan dari Kadis dan rekan operator. Terhadap perbuatan yang tidak menyenangkan yang dilakukan oleh operator, kami meminta maaf, Kami akan pelajari lebih lanjut dan memutuskan tindakan apa yang tepat yang akan diambil oleh kami secepatnya” Ujarnya.

Informasi yang dipwroleh media ini, pada Rabu (05/02/2020) dari salah  satu pegawai yang mengatakn ” saya juga tidak berada ditempat karena mengikuti acara Hari jadi Bulukumba, dan saya sudah tanyakan, katanya operator hanya meminta agar yang bersangkutan keluar dan diarahkan ke ruang informasi untuk diberi penjelasan dan solusi, tapi ini adek menghalangi pelayanan masyarakat yang mau dilayani jadi terhenti, sementara waktu sudah hampir pukul 12.00 siang (jam istirahat) dan biasanya pelayanan dipercepat agar pemohon sebelum jam istirahat diselesaikan semua. Kalaupun kejadian ini ada perasaan tidak enak, kami mohon maaf dan mari kita saling introspeksi diri dan saling memaafkan” Ujar Andi Alfiadi.

Baca Juga :   Warga Bulukumba Tewas Tersengat Arus Listrik di Jalan Poros Arah Menuju Sinjai Barat

(Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: