Bersama IKAL, Bupati Sinjai Lakukan Studi Eksplorasi Hubungan Bilateral Indonesia-Selandia Baru

  • Bagikan
Bupati Sinjai bersama anggota Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) melaksanakan Studi Eksplorasi Hubungan Bilateral Indonesia-Selandia Baru, pada tanggal 31 Januari - 07 Februari 2020 (Dok.Humas)

EXPOSETIMUR.com ,SELANDIA BARU – Dalam rangka Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan (P3DA X) Tahun 2019, Bupati Sinjai bersama anggota Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) melaksanakan Studi Eksplorasi Hubungan Bilateral Indonesia-Selandia Baru, pada tanggal 31 Januari – 07 Februari 2020.

Dalam kegiatan Study Strategis Luar Negeri (SSLN) ini, Bupati Sinjai, Andi Seto Gadhista Asapa.,SH.,LLM didampingi Ketua TP. PKK Kabupaten Sinjai, Hj. Andi Nurhilda Daramata Seto mengunjungi beberapa tempat produktif, Antara lain, Museum & Cantebury Botanical Garden (Taman Botani) , Salmon Farm (Budidaya Ikan Salmon), Sheep Farm Hororata (Peternakan Domba). Tempat-tempat ini merupakan titik strategis untuk mempelajari banyak hal mengenai pengembangan Sumber Daya Alam Sinjai yang kaya akan hasil Pertanian dan Peternakan.

Selain itu, Andi Seto dan Hj. Andi Hilda juga berkesempatan melakukan kunjungan Ramah Tamah ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Zealand dan Makan Malam bersama Duta Besar KBRI, Bapak Tantowi Yahya beserta semua peserta SSLN di Kediaman Dubes.

Kemudian peserta SSLN melakukan kunjungan sekaligus diskusi terbuka bersama anggota Parlemen di Government House New Zealand di Wellington yang dilanjutkan dengan perjalanan ke Kota Palmerston untuk bertemu dengan Walikota Palmerstorn North untuk melakukan diskusi mengenai Pendidikan. Hal ini dikarenakan Kota Palmerstorn atau dikenal “Palmy” merupakan “Kota Pelajar” di Selandia Baru.

Sistem pendidikan di Kota ini diharapkan kelak bisa ikut diaplikasikan dalam Dunia Pendidikan di Kabupaten Sinjai.

“Jadi selama berada di New Zealand, saya pribadi dan semua peserta SSLN tidak hanya mempelajari bagaimana Sistem Pemerintahan disana, tetapi juga di bidang Pendidikan, Pertanian dan Peternakan.”ungkapnya.

Dia menambahkan, hal menarik yang dari sistem Pertanian dan Pertanian di New Zealand adalah mereka menggunakan teknologi modern dalam mengelola lahan.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Dorong Kerja Sama Hard dan Soft Connectivity ASEAN-Korea

“Sehingga, kata dia, area lahan yang memiliki luas sekitar 500 Hektar bisa diolah dengan baik hanya oleh beberapa orang.Termasuk mengurus hewan-hewan ternak jenis Sapi dan Domba yang jumlahnya bisa mencapai ribuan ekor.” tutupnya.

Editor: Redaksi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: