Anca Mayor Teriak “Kongkalikong” PBS Sayangkan Lemparan Batu Dari Halaman Rujab

  • Bagikan
Andi Ardy ketua 07 PBS
Andi Ardy ketua 07 PBS

Seputar informasi Aksi Unjuk Rasa 22 Oktober 2021 di Sinjai, Anca Mayor Teriak “kongkalikon!!!” saat orasi, Sakkir ketua PBS : Aksi Lanjutan di Ibu Kota Jakarta, Muhtar Muhlis berhasil lakukan komunikasi dengan ketua DPRD Sinjai.

Sinjai,  exposetimur.com_ Andi Darmawansyah atau akrab disapa Anca Mayor salah satu Aktivis pemerhati sosial ikut menyumbangkan suara dalam aksi Unjuk Rasa (Unras) yang di gelar oleh berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam PBS Persaudaraan Bugis Sinjai dan Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawa Indonesia (LSM GMBI) serta tokoh masyarakat Dusun Gareccing, Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis siang (23/10/2021) di beberapa instansi perkantoran di kota Kabupaten Sinjai.

Anca Mayor dalam Orasinya berteriak dengan lantang , “Kongkalikong” menggunakan pengeras suara.

“KONGKALIKON” teriak Anca Mayor.

Aksi teriakan dalam Orasi Anca Mayor kemudian terekam kamera dan kini viral di berbagai media sosial Facebook maupun WhatsApp. Ragam komentar netizen pun di temukan di akun Facebook resmi Anca Mayor.

Dalam video tersebut, Anca Mayor menyoal dugaan adanya pemberian mobil Pajero kepada salah satu oknum pejabat sebagai bagian dari kongkalikong yang dimaksud,

Diketahui secara pasti, aksi unjuk rasa digelar dengan gabungan antara LSM dan masyarakat dikomandoi oleh ketua PBS Musakkir dan ketua GMBI Muhtar Muhlis ini, keduanya merupakan putra daerah Kabupaten Sinjai.

Berbagai tuntutan pun turut di suarakan dalam aksi gabungan tersebut, seperti halnya perbaikan jalan poros dada mata matae dan dugaan-dugaan kasus di Kabupaten Sinjai.

Saat aksi unjuk rasa (Unras) berlangsung di depan kantor Kejaksaan Negeri Sinjai, peserta aksi mendesak korps Adhyaksa mengusut sejumlah dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme di Bumi Panrita Kitta. Salah satu isu yang disoroti LSM adalah dugaan fee 20 persen dari setiap proyek.

Sekretaris GMBI Sabir mengklaim ada dugaan korupsi di Pemkab Sinjai yang menjadi perhatian Dit Tipikor Bareskrim Mabes Polri dan harus ditindak lanjuti oleh Kejaksaan. Dia juga menyebut dugaan Korupsi pembangunan Islamic Centre Sinjai.

“Dugaan kasus pembangunan Islamic Centre, Gedung IFK Dinas Kesehatan Kabupaten Sinjai, pemotongan dana kapitasi dan potongan insentif tenaga kesehatan, penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan oknum pejabat daerah terkait pembangunan Tower Telekomunikasi, Dugaan gratifikasi dan permintaan fee proyek 20 persen yang dilakukan ULP Kabupaten Sinjai kepada penyedia jasa yang diduga diserahkan kepada Bupati,” Sebut Sabir di Kejari Sinjai.

Olehnya itu, Sabir meminta aparat penegak hukum mengambil langkah penyelidikan dan memeriksa sebagaimana beberapa kasus yang disampaikan oleh GMBI.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Sinjai (Kajari) Ajie Prasetya yang menerima langsung perwakilan massa GMBI, berjanji menindak lanjuti sejumlah aspirasi tersebut.

“Aspirasinya kami terima dan kami jadikan laporan pengaduan dari GMBI yang tentunya kami butuhkan data-data dan dukungan moril yang bilamana nanti kita telaah dan turun melakukan proses penegakan hukum. Kami meminta bantuannya untuk memberikan informasi-informasi dan kami butuhkan adalah sinergitas,” jelas Ajie. melasir dari Kabar.news Kamis (23/09/2021)

Selain di Kejari Sinjai, massa GMBI juga mendatangi Mapolres Sinjai dengan tuntutan yang sama. Kemudian pendemo bergerak ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sinjai.

Baca Juga :   Seorang Anak di Bantaeng Bantai Kedua Orang Tua dan kaka Perempuannya Hingga Tewas

Sebelumnya Musakkir mendapatkan tantangan dari sejumlah warga Dusun Gareccing untuk menyuarakan aspirasi terkait dengan hancurnya jalan poros dada mata matae. Warga berharap ada perhatian pemerintah.

Berkat dukungan dan bersatunya berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam masyarakat bawah Indonesia (LSM GMBI), siang tadi Musakkir menjawab tantangan tersebut.

Pihaknya pun diterima saat menyampaikan aspirasi di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sinja, melalui siaran tanya jawab, nampak Muhtar Muhlis (GMBI), melangsungkan tanya jawab sebagai wujud komunikasi antara rakyat dan DPRD.

Muhtar Muhlis, menyampaikan kepada DPRD terkait jalan pemukiman warga, yang sampai saat ini belum tersentuh perbaikan. Sementara data yang dihimpun olehnya pihak pemerintah setempat telah berulang kali, menyambungkan keluhan warga kepada instansi terkait (PU-PR), namun ironisnya lagi-lagi terkini jalan yang dimaksud belum mendapatkan perhatian pemerintah, sementara Kabupaten Sinjai di ketahui secara resmi kurang lebih sebesar Rp.185 miliar anggaran pinjam , yang di peruntukan untuk pembangunan infrastruktur jalan sepanjang kurang lebih 500 kilometer dan jembatan, meliputi wilayah se-kabupaten Sinjai.

Muhtar juga menyinggung Sebutan Anggota DPR , merupakan penyambung lidah rakyat.

Responsif Pj Ketua DPRD kabupaten Sinjai Andi Sabir secara alod dan terukur, menjelaskan kepada penyampai aspirasi terkait dengan perogram pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan itu memang benar bagian dari konteks perogram pinjaman pemkab Sinjai yang sebesar Rp 185 miliar, pihaknya pun terus mengawal penggunaan anggaran tersebut.

Andi Sabir juga membenarkan anggaran pinjam tersebut diperuntukkan untuk jalan dan jembatan bukan untuk gedung, ungkapnya di hadapan pembawa aspirasi.

Lantas saat aksi unjuk rasa menuju wisma Hawai untuk beristirahat, sempat di tengah perjalanan terjadi insiden kontak lemparan batu , pasalnya sejumlah batu melayang ke arah rombongan penyampai aspirasi aksi Damai, yang sedang melintas, tepatnya di sekitaran rumah jabatan (Rujab) Bupati Sinjai.

Menanggapi hal tersebut, Andi Ardy ketua 07 PBS melalui ungkapan Musakkir ketua PBS kepada wartawan, Expostimur.com, sangat menyenangkan”peristiwa yang terjadi disamping Rujab.

Kata dia, batu yang terbang menyerupai oknum lemparan peremanisme menghujani rombongan, betapa tidak, sejumlah batu berterbangan kearah Rombongan LSM GMBI dan lainnya, beruntung tidak ada korban jiwa, sebutnya.

“Saya sangat menyayangkan kejadian ini, kenapa? Pasalnya bebatuan yang beterbangan berasal dari halaman Rujab Bupati sinjai” ungkapnya

Lanjut di ungkapkan, pihaknya akan melakukan aksi di ibukota Jakarta Terkait hal tersebut.

Sekedar kabar, di kabupaten Sinjai berdasarkan data yang dihimimpun pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan terus menerus di programkan oleh pemerintah kabupaten Sinjai.

Satu bukti seperti jalan Poros Kalamisu Dan jembatan Kalamisu, yang terletak di kecamatan Sinjai Selatan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: