Hipmakers Makassar Menggelar Dialog Sebagai Respon Atas Status Kabupaten Manggarai Timur Tingkat Kemiskinan Ekstrim

  • Bagikan
Hipmakers Makassar

 

Makassarhttp://exposetimur.com Himpunan Mahasiswa Kecamatan Rana Mese (HIPMAKERS) Makassar menggelar Dialog Publik Minggu,28 November 2021 diwarkop Ombu Jl. Sultan Alaudin 2, dengan Tema “Meneropong Kemiskinan Manggarai Timur dalam Perspektif Ekonomi dan Hukum”. Diskusi sebagai respon atas status kabupaten Manggarai Timur sebagai kabupaten dengan tingkat kemiskinan ekstrim bersama dengan empat kabupaten lainnya di NTT seperti : Sumba Timur, Rote Ndao, TTS, Sumba Tengah.

Status kabupaten dengan kemiskinan ekstrim berdasarkan kriteria Bank Dunia serta survei sosial ekonomi Nasional tahun 2020 dari BPS dimana tingkat kemiskinan ekstrim 15,43 persen atau dengan jumlah penduduk miskin ekstrim 44,630 persen.

Dialog ini menghadiri dua pemantik diskusi, Bpk. Alfons Jantong, S.E., MSA. Ak., CAF dan Bpk. Wencislaus S. Nansi, SH., M.Hum. keduanya akedemisi Diuniversitas Atma Jaya Makassar. Adapun beberapa point yang menjadi diskusi :

  1. Kemiskinan di Manggarai Timur harus dicarikan jalan keluar melalui pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan
  2. pemerintah kabupaten Manggarai Timur penting menggali potensi potensi daerah seperti pertanian, pariwisata,kelautan perikanan

  3. Dari aspek hukum penting memiliki political Will dalam menjalankan amanah otonomi daerah dengan prinsip desentralisasi kekuasaan dan kewenangan pengelolaan potensi daerah.

Norma hukum sudah mengatur banyak tentang pengelolaan potensi daerah hanya tinggal niat perintah mengimplementasi lewat kebijakan kebijakan yang ril agar masyarakat keluar dari kemiskinan dan ketertinggalan.

Bupati Andreas Agas sebagai nahkoda utama kiranya bekerja keras memastikan agar seluruh rumah tangga miskin ekstrem mendapatkan kenyamanan, seperti listrik, air bersih, dan infrastruktur jalan raya,

Pemberdayaan penduduk miskin di pedesaan harus menjadi fokus perhatian pemerintah sekaligus melindungi penduduk miskin dari jangkauan pengaruh usaha berskala besar.

Meningkatkan kreatif masyarakat Baik sektor Nelayan Tani Ternak (NTT) maupun Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM).

Yanto Prabowo, selaku ketua Hipmakers Makassar menyampaikan bahwa ucapan terimakasih kepada organda yang sudah meluangkan waktu untuk menghadiri dialog publik ini.

Lanjut Yanto, Dan tentunya kami dari Hipmakers Makassar akan terus kawal perkembangan dan isu-isu di kabupaten manggarai timur kedepannya .

Baca Juga :   Musda IV APDESI Sulawesi Selatan Kembali Dimenangkan Sri Rahau Usmi
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: