SINJAI — Masa purna tugas bukan berarti berakhirnya pengabdian. Semangat tersebut menjadi pesan utama Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, saat mengukuhkan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sinjai masa bakti 2026–2031 di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Jumat (28/8/2026).
Pengukuhan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru PWRI Sinjai sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat peran para pensiunan dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.
PWRI merupakan organisasi kemasyarakatan yang mewadahi para pensiunan, termasuk pensiunan ASN, BUMN/BUMD, serta pensiunan pejabat negara. Dengan pengalaman panjang selama menjalankan tugas pemerintahan maupun pelayanan publik, para anggota PWRI dinilai memiliki modal pengetahuan yang tetap relevan bagi pembangunan.
Dalam sambutannya, Bupati Ratnawati menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dikukuhkan. Ia menegaskan, berakhirnya masa kedinasan tidak serta-merta mengakhiri ruang pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pengalaman dan kompetensi yang dimiliki para pensiunan merupakan aset berharga yang dapat terus dimanfaatkan untuk memberikan perspektif serta masukan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.
“Para pensiunan ASN memiliki pengalaman, kompetensi, kapasitas, dan kapabilitas yang terbentuk selama bertahun-tahun menjalankan tugas kedinasan. Pengalaman itu adalah aset berharga yang tidak boleh hilang begitu saja,” ungkap Ratnawati.
Atas dasar itu, Bupati berharap PWRI tidak sekadar menjadi wadah silaturahmi para pensiunan, tetapi juga berkembang sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memberikan gagasan dan pertimbangan terhadap berbagai agenda pembangunan.
Ratnawati mengajak seluruh pengurus dan anggota PWRI untuk tetap mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Sinjai sesuai kapasitas dan pengalaman yang dimiliki.
“Saya mengajak seluruh pengurus dan anggota PWRI Kabupaten Sinjai untuk terus berperan aktif dalam pembangunan daerah yang kita cintai bersama,” tambahnya.
Siap Beri Masukan untuk Pembangunan Sinjai
Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Sinjai terpilih, Mustakim, menyatakan kesiapannya mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, kejujuran dan integritas.
Ia berharap kepengurusan PWRI ke depan mampu memperkuat peran organisasi sebagai wadah pengabdian sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurut Mustakim, pengalaman yang dimiliki para anggota PWRI menjadi kekuatan tersendiri untuk turut memberikan pandangan terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.
“Kami siap memberikan masukan bagi pembangunan Sinjai, baik diminta maupun tidak diminta,” tegasnya.
Kepengurusan PWRI masa bakti 2026–2031 diharapkan dapat menjaga soliditas organisasi sekaligus membangun komunikasi yang produktif dengan pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.
Dengan demikian, para pensiunan tidak hanya dikenang atas pengabdian ketika masih aktif bertugas, tetapi tetap memiliki ruang untuk memberikan kontribusi melalui pengalaman, pemikiran dan keteladanan bagi generasi berikutnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan unsur Forkopimda, para Asisten dan Staf Ahli Bupati Sinjai, Sekretaris Umum PWRI Provinsi Sulawesi Selatan Muhammad Saleh Gottang, sejumlah Kepala OPD, Kepala Kantor Kementerian Agama Sinjai, Kepala Kantor Kementerian Haji Sinjai serta sejumlah tamu undangan lainnya.
(Hms Kmf|diolah)












