Camat Andi Rahmat Di Lantik Sebagai La’Biriyah Ri Kajang

Prosesi pelantikan Camat Andi Rahmat sebagai La'Biriyah Ri Kajang, Rabu (15/06/2022)

Bulukumba, exposetimur.com  | Nama daerah Kajang sudah tidak asing lagi terdengar oleh masyarakat Bugis Makassar, pasalnya tanah Kajang terkenal dengan tradisi masyarakatnya yang kental dan menolak segala bentuk teknologi, serta keunikan pakaian yang harus serba hitam jika menginjak kawasan adat Ammatoa di daerah Kajang. Di daerah Kajang terbagi atas dua kawasan, Yaitu kawasan pantarang embayya (kawasan yang bisa modern) dan kawasan rilalang embayya (kawasan yang tidak bisa modern). Kawasan adat Ammatoa merupakan kawasan adat yang tidak bisa modern, artinya di dalam kawasan ini belum menggunakan sistem teknologi yang ada. seperti listrik, handphone dan lain-lain.

Menariknya kita tidak akan membahas Ammatoa disini. Tapi, kita akan membahas daerah di luar kawasan adat Ammatoa. Yaitu desa Possi Tanah, desa yang juga berada di dalam tanah Kajang. Possi tanah tidak terlalu terkenal seperti Ammatoa. Namun, sebenarnya desa ini merupakan desa yang dikenal sebagai Possina Tanayya ). pokok dari segala adat yang ada di Kajang. Bukan tanpa alasan, masyarakat Kajang menyebut hal ini karena di daerah Possi Tanah ada sebuah bukit yang dinamakan Bongki. Di bukit Bongki ini terdapat tempat diadakannya tradisi pelantikan pemangku adat atau pemberian galla’
seperti yang di lakukan hari ini Rabu (15/05/202).

Pada pelantikan dan pengukuhan pemangku adat ini, Camat Kajang resmi di kukuhkan sebagai la’biriah Ri Kajang, inilah salah satu camat di Wilayah Bulukumba yang memegang dua jabatan yaitu jabatan yang di berikan oleh negara dan Jabatan adat,

Pengukuhan ini di lakukan di possi tanaya atau biasa si sebut bongkina, tempat ini menjadi tempat pelantikan setiap pergantian Camat di Kec Kajang, Pelantikan galla dilakukan di tengah-tengah susunan batu-batu pipih tanpa perekat. Istilah yang digunakan masyarakat untuk menyebut peninggalan tersebut adalah batu palantikan, susunan batu berbentuk temu gelang berfungsi sebagai tempat perundingan atau musyawarah bagi Ammatoa dan para pemangku adat. Bentuk susunan batu temu gelang yang melingkar mempunyai kaitan dengan konsep kosmologi. Yaitu sebagai aktualisasi dari symbol keutuhan dan kesempurnaan. Keutuhan dan kesempurnaan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti pertanian serta petunjuk musyawarah adat.
dalam Pelantikan ini di hadiri langsung oleh Bupati Bulukumba H Andi Muhchtar Ali Yusuf

Baca Juga :   Disbudpar Gelar Technical Meeting Lomba Pidato Bahasa Mandar “Bahasaku Identitasku

Dalam sambutanya, Bupati berpesan kepada seluruh masyarakat khusunya kepada masyarakat Adat kajang agar senantiasa menjaga Budaya Kajang, karena salah satu daya tarik wisatawan ke Bulukumba karena adanya daerah adat yaitu kajang, Beliau juga berpesan kepada Camat Kajang Andi Rahmat yang baru saja di lantik menjadi La’Biriya Ri Kajang agar bisa menjembatani Masyarakat Kajang dalam segala hal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *