Bukan Sekadar Pengibar Bendera, Paskibraka Lutim Ditempa Menjadi Generasi Berkarakter

Dok kominfo-sp

MALILI — Sebanyak 70 pelajar terbaik Kabupaten Luwu Timur resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026. Pengukuhan tersebut menandai kesiapan mereka mengemban amanah pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam di Gedung Wanita Simpurusiang, Malili, Ahad (16/8/2026). Suasana berlangsung khidmat sekaligus penuh kebanggaan, terutama bagi para anggota Paskibraka yang telah melewati rangkaian seleksi, pembinaan, karantina, hingga latihan intensif.

Para anggota Paskibraka tersebut terdiri atas 40 laki-laki dan 30 perempuan, yang merupakan perwakilan dari berbagai SMA/MA di Kabupaten Luwu Timur.

Mereka tidak hanya dipersiapkan untuk menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Sang Merah Putih. Selama proses pembinaan, para calon Paskibraka ditempa melalui latihan fisik dan mental, pembentukan kedisiplinan, penguatan kekompakan, serta penanaman rasa tanggung jawab dan nasionalisme.

Masa karantina dan latihan dijadwalkan berlangsung selama 20 hari, sejak 31 Juli hingga 18 Agustus 2026.

Amanah di Balik Seragam Paskibraka

Bupati Irwan Bachri Syam mengatakan, pengukuhan tersebut merupakan momentum penting sekaligus kebanggaan bagi para pelajar yang telah berhasil melewati proses seleksi.

Menurutnya, kepercayaan menjadi anggota Paskibraka bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini merupakan suatu kehormatan dan tanggung jawab yang besar. Kalian telah terpilih dan dipercaya untuk mengemban tugas yang mulia sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka,” tutur Irwan.

Ia meyakini seluruh anggota Paskibraka mampu menjalankan tugas dengan baik setelah melalui rangkaian pembinaan dan latihan yang cukup panjang.

Bupati juga mengingatkan agar pengalaman selama menjadi Paskibraka tidak berhenti setelah upacara selesai. Nilai kedisiplinan, solidaritas, tanggung jawab dan kepemimpinan yang diperoleh selama pembinaan diharapkan menjadi bekal dalam kehidupan mereka sebagai generasi penerus.

“Jagalah solidaritas kalian, dan tetap junjung tinggi kegiatan akademik, kegiatan keagamaan, dan senantiasa mengedepankan Tuhan dan keluarga dalam setiap langkah kalian. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan berikan yang terbaik,” pesan Bupati.

Ditempa untuk Mengabdi

Bagi para pelatih, proses pembentukan Paskibraka juga merupakan bagian dari investasi karakter generasi muda.

Sersan Mayor Yoseph Muktiyo, salah seorang pelatih Paskibraka Luwu Timur, berharap pengalaman yang diperoleh para anggota tahun ini dapat mendorong semakin banyak pelajar untuk mengikuti seleksi Paskibraka pada tahun-tahun berikutnya.

Menurutnya, Paskibraka memberikan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar menjalankan tugas kenegaraan. Proses pembinaan mengajarkan para pelajar tentang kedisiplinan, kerja sama, tanggung jawab, kepemimpinan, serta kecintaan terhadap bangsa dan tanah air.

Dengan dikukuhkannya 70 anggota Paskibraka tersebut, perhatian kini tertuju pada pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mereka akan menjadi bagian penting dalam salah satu prosesi paling sakral dalam peringatan kemerdekaan, yakni mengibarkan Merah Putih sebagai simbol kehormatan dan kedaulatan bangsa.

Pengukuhan turut dihadiri Wakil Bupati Luwu Timur Hj. Puspawati Husler, Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur Hj. Harisah, Kapolres Luwu Timur AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi, Perwira Penghubung Mayor Arm Syafaruddin, unsur Forkopimda lainnya, para kepala OPD, serta orang tua anggota Paskibraka Tahun 2026.

(Rils/kominfo-sp|diolah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *