Religi  

Ajakan Kebaikan Dandim 1410 Melalui Mimbar Masjid Nurul Rahmah Desa Tombolo

Rombongan Dandim 1410/Bantaeng Letkol Arm Gatot Awan Febrianto, S.Sos., melaksanakan safari subuh dan sholat subuh berjamaah di Masjid Nurul Rahmah Dusun Borong Ganjeng Desa Tombolo Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten.(Selasa, 26/07/2022)

Kegiatan safari subuh Dandim1410/Bantaeng dilaksanakan setiap hari dan merupakan program unggulan Kodim 1410/Bantaeng yang di cetuskan oleh Letkol Arm Gatot Awan Febriant, S.Sos sejak resmi menjadi Komandan Kodim 1410/Btg, dalam kegiatan safari subuh tersebut bukan hanya kegiatan seremonial saja akan tetapi Dandim 1410/Btg memberikan arahan dan ajakan kebaikan serta berbagi kebaikan di waktu subuh.

Turut hadir dalam kegiatan safari subuh Kapten Inf Andi Usman (Danramil 1410-03/Tompobulu), Kapten Inf Amran (Pasi Pers Kodim 1410/Btg), Syaripuddin (Kepala Desa Tombolo), Serda Abd. Azis (Babinsa Desa Tombolo), H. Ahmad (Imam Masjid), Tahwid (Tokoh Masyarakat), Firdaus (Kepala Dusun), serta jamaah Masjid Nurul Rahmah hadir berkisar 45 orang.

Dalam sambutannya Kepala Desa Tombolo Menyampaikan ” Kami selaku Pemerintah Desa sekaligus mewakili masyarakat Desa Tombolo menyampaikan rasa hormat dan bangga kepada bapak Dandim 1410/Bantaeng beserta rombongan karena pada hari ini menyempatkan waktunya untuk melaksanakan sholat subuh bersama-sama dengan warga Desa Tombolo ” Ucap Syarifuddin.

” Waktu sholat subuh merupakan waktu yang paling susah dilaksanakan namun pada hari ini kita semua diberi hidayah oleh Allah SWT untuk hadir ditempat yang suci ini dalam rangka menunaikan ibadah sholat subuh secara berjamaah sekaligus mendengarkan himbauan atau arahan oleh Bapak Dandim 1410/Btg ” Himbaunya.

Melalui mimbar Dandim 1410/Btg memberikan arahan serta ajakan kebaikan ” Kedatangan kami beserta rombongan di tempat ini bertujuan untuk silaturahmi dan juga sebagai perkenalan agar saling mengenal sehingga bisa bertegur sapa, memberikan senyum apabila kita bertemu ” ucap Letkol Awan yang akrab di sapa.

” Pada kesempatan ini saya akan menceritakan dan mengingatkan kembali kisah perjalanan baginda Nabi Muhammad SAW, untuk mengenal beliau lebih dekat lagi karena ada pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang ” tuturnya.

Dalam perjalanan Rasulullah SAW banyak keteladanan yang perlu kita ikuti, dijelaskan dalam suatu riwayat bahwa ” Celakalah umatku yang tidak dapat melihat wajahku diyaumil hisab yaitu mereka yang malas dan enggan bersholawat kepadaku apabila mendengar namaku disebut kata Rasulullah SAW ” Al-hadist.

” Olehnya itu pada kesempatan ini pula kami mengajak kepada seluruh jamaah agar senantiasa memperbanyak bersholawat kepada Rasulullah SAW, Tanamkan dalam qalbu kita untuk senantiasa cinta dan rindu kepada Rasulullah SAW sebagaimana di ilustrasikan cinta kita sesama kekasih apabila ketemu, pertemuan selama 2 jam terasa 2 menit, dan harapan kami begitu juga cinta dan rindu kita kepada Rasulullah SAW ” imbaunya

Baca Juga :   Bupati Wajo Membuka Kegiatan Refreshing Muballigh dan Silaturahmi Muhammadiyah

Kisah lain menjelaskan ketika Rasulullah SAW berdakwah di tengah-tengah kaum Taif, para kaum Thaif tidak menerima serta melempari batu dan kotoran sampai berdarah namun Rasulullah SAW tidak marah lalu berdo’a kepada Allah SWT ya Allah ya Rabb selamatkanlah para kaum Thaif dan keturunannya sesungguhnya mereka tidak mengetahui Rahmat Allah SWT “.

Ada beberapa bukti cinta Rasulullah SAW kepada umatnya diantaranya

Rasulullah SAW pernah bersedih dan menangis seraya mengatakan, “Aku sangat merindukan saudara-saudaraku (Ikhwani), lalu sahabat bertanya bukankah kami saudara-saudaramu ya Rasulullah jawab beliau, “bukan” kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku adalah mereka yang beriman kepadaku tetapi tidak pernah melihat aku dan pada saat Yaumil hisab aku beri minum dari air telaga Kautsar yang apabila diminum tidak akan pernah haus selamanya”.

Rasulullah SAW menyimpan satu do’a untuk umatnya yaitu safaat, safaat pertolongan beliau bukan hanya untuk umatnya yang bertaqwa kepadanya tetapi juga untuk umat beliau yang berdosa namun belum sempat bertaubat lalu meninggal dunia”.

Do’a terakhir Rasulullah SAW, pada saat beliau mengalami sakratul maut dan berdo’a ya Allah ya Rabb, ringankan dan mudahkan sakratul maut umatku dan beratkan untukku, ya Allah ya rabb timpakan semua rasa sakit sakratul maut umatku kepadaku, umatku tidak akan sanggup menanggungnya, biar aku Nabi mereka, pemimpi mereka, Penanggung jawab mereka biar aku (Nabi Muhammad SAW) yang menanggung semua rasa sakit sakaratul maut ummatku yaa Allah”.

” Kita ketahui bahwa Allah SWT telah memberikan ruang kepada umat Rasulullah SAW, untuk mendapatkan pahala haji dan umroh secara gratis hanya dibutuhkan tekad yang kuat untuk berdiam diri di dalam mesjid sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Barang siapa yang melaksanakan sholat shubuh secara berjama’ah lalu berdiam diri hingga matahari terbit, kemudian melaksanakan sholat Sunnah dua raka’at, maka mendapatkan pahala semisal haji dan umroh ”. tutupnya.

Diakhir safari subuh Dandim 1410/Bantaeng beserta rombongan menyambangi warga atas nama Jumasiah umur 70 tahun menyerahkan bantuan berupa 5 kg Beras sebagai wujud kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *