Puluhan Tahun Menanti, Jalan Benteng Jawa-Dampek di Manggarai Timur Rusak Parah, Warga Berharap Perbaikan

Foto: Jalan Benteng Jawa - Dampek

MANGGARAI TIMUR, exposetimur.com – Jalan penghubung antara Benteng Jawa menuju Dampek yang melintasi desa-desa seperti Desa Tengku Leda, Desa Golo Rentung, Desa Golo Paleng, Desa Golo Mangung, Desa Golo Wontong, dan Desa Satar Padut sudah puluhan tahun dikeluhkan warga. Kondisi jalan yang rusak parah dan belum pernah diaspal hotmix menyebabkan berbagai masalah, terutama bagi para petani dan pelaku usaha yang mengandalkan jalur ini untuk mendistribusikan hasil tani, khususnya kemiri. Pada Jumat, 15 November 2024, sejumlah warga kembali menyuarakan harapan mereka agar pemerintah segera memperbaiki infrastruktur tersebut demi peningkatan ekonomi lokal.

Dampak Buruk bagi Petani dan Harga Komoditas Kemiri

Salah satu komoditas utama di sepanjang jalur Benteng Jawa-Dampek adalah kemiri. Sayangnya, kondisi jalan yang buruk meningkatkan biaya transportasi dan mengakibatkan pengiriman menjadi lebih lama. Akibatnya, banyak petani harus menerima harga jual kemiri yang rendah karena pembeli enggan menempuh jalan rusak untuk membeli langsung dari desa. “Kami bekerja keras menghasilkan kemiri, tetapi harga jualnya rendah karena pembeli enggan datang jauh ke sini,” ujar Martinus, seorang petani setempat. Menurutnya, harapan petani di wilayah tersebut hanya satu: perbaikan jalan demi kelancaran distribusi hasil tani.

Risiko bagi Pengemudi dan Pedagang

Tidak hanya petani, pengemudi ojek dan sopir angkutan di sepanjang jalur Benteng Jawa-Dampek juga merasakan dampaknya. Jalan berlubang dan licin saat hujan meningkatkan risiko kecelakaan, mempercepat kerusakan kendaraan, dan membuat biaya perbaikan kendaraan menjadi lebih mahal. Jefri, seorang pengemudi ojek, mengungkapkan bahwa ia sering harus menolak penumpang ketika kondisi jalan terlalu parah. “Saat hujan, jalan ini makin berbahaya. Kami sering harus memperbaiki motor, bahkan kadang harus menolak penumpang karena kondisinya parah,” ujarnya.

Maria, pedagang sayur yang sering mengangkut barang ke pasar, juga mengeluhkan hal yang sama. Kondisi jalan yang licin memaksanya menunda perjalanan ketika hujan. “Ketika hujan, kami harus menunggu jalan mengering. Sayur yang kami bawa kadang layu karena terlambat sampai ke pasar. Ini sangat mengecewakan karena harga jual jadi turun,” tuturnya.

Harapan Warga untuk Infrastruktur yang Lebih Baik

Warga dari desa-desa di sepanjang jalur ini berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Mereka menilai perbaikan jalan ini akan membantu meningkatkan kualitas hidup mereka, memperlancar arus distribusi komoditas lokal, serta menurunkan biaya pengangkutan. Dengan perbaikan infrastruktur yang layak, warga berharap perekonomian lokal bisa bangkit kembali.

Penulis: Eventus
Editor: Tim Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *