Program MBG Sentuh Pelosok Sinjai, Kepsek SDN 108 Sebut Beri Dampak Positif bagi Siswa

Kepsek SDN 108 Banoa, Ashari Jabbar, S,pd, M,pd, Gr. (Foto:dok syar exp)

SINJAI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di era Presiden Prabowo Subianto kini telah menyentuh hampir seluruh pelosok negeri, termasuk Kabupaten Sinjai. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi peserta didik serta mendukung tumbuh kembang mereka di lingkungan sekolah.

Kepala SD Negeri 108 Banoa, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, Ashari Jabbar, S.Pd, M.Pd, Gr, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 19 November 2025, mengungkapkan bahwa keberadaan program MBG memberi dampak nyata bagi kondisi peserta didik. Ia menilai perubahan itu terlihat dari interaksi siswa yang lebih segar, aktif, dan tampak bersemangat.

“Program ini sangat bermanfaat. Anak-anak terlihat lebih segar dan aktif dalam berinteraksi. Kami melihat efek domino yang baik terhadap kesehatan mereka,” ujarnya.

Ashari juga memberikan apresiasi terhadap kinerja penyedia (dapur) MBG. Selama kurang lebih tiga pekan sejak distribusi dimulai, pihaknya tidak menemukan kendala berarti.

“Pengirimannya cepat, kebersihannya terjaga, dan sejauh ini disekolah kami tidak pernah ada dampak buruk bagi kesehatan anak-anak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa program ini turut menunjang kedisiplinan siswa. Menurutnya, jika anak-anak terbiasa hadir karena adanya MBG, maka kebiasaan tersebut akan berlanjut meski suatu saat program tidak lagi diberikan.

“Kalau anak-anak rajin karena MBG, itu hal baik. Ketika kebiasaan itu terbentuk, mereka akan tetap rajin bersekolah karena pola pendidikan yang sudah tertanam,” tutur Ashari.

Ashari mengaku sangat bersyukur karena sekolahnya akhirnya mendapat suplai MBG, meski termasuk yang belakangan menerima.

“Sudah banyak sekolah yang dapat lebih dulu. Alhamdulillah sekitar 2–3 pekan ini anak-anak kami sudah bisa menikmati. Kami selalu menekankan agar makanan dihabiskan, menghargai tenaga ibu-ibu dapur dan tidak mubazir,” tegasnya.

Sementara itu, ahli gizi dari dapur MBG Desa Saotengah, Meli Sapaannya, ., menjelaskan bahwa takaran saji program MBG mengacu pada Standar Gizi sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 28 Tahun 2019, sehingga komposisi tidak boleh dikurangi atau ditambah tanpa perhitungan gizi yang tepat.

Program MBG merupakan upaya pemerintah memperkuat ketahanan gizi siswa melalui sajian yang telah dihitung secara ketat oleh ahli gizi agar memenuhi standar kebutuhan harian anak sekolah. (syar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *