Luwu Timur – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Luwu Timur kembali menorehkan sejarah dalam proses penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk pertama kalinya di Sulawesi Selatan, Satpol PP Luwu Timur berhasil menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar secara mandiri di daerah, tanpa harus mengirimkan peserta ke provinsi maupun lembaga pusat.
Program ini resmi dibuka oleh Plt. Kepala Satpol PP Luwu Timur, Baharuddin, S.Pd., M.Si, pada Senin, 8 Desember 2025 di Aula Kantor Satpol PP Kabupaten Luwu Timur.
Langkah ini menjadi momentum penting sekaligus lompatan besar dalam pembinaan kompetensi aparatur Satpol PP di daerah. Pelaksanaan Diklat secara mandiri menandai kemampuan kelembagaan Satpol PP Lutim yang kini semakin profesional, efisien, dan mampu memenuhi standar nasional.
Baharuddin menjelaskan bahwa suksesnya penyelenggaraan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, khususnya Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachry Syam, ST., IPM, yang memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas SDM Satpol PP.
“Ini adalah bentuk komitmen nyata Bapak Bupati Luwu Timur yang selalu menekankan pentingnya peningkatan kapasitas aparatur sebagai pondasi pelayanan publik dan penegakan Perda. Dukungan beliau menjadi motivasi bagi kami untuk melaksanakan Diklat ini di daerah sendiri,” ujar Baharuddin.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan Diklat Dasar ini bukan sekadar memenuhi syarat administratif, tetapi menjadi upaya nyata menciptakan aparatur Satpol PP yang berkarakter, beretika, sekaligus memiliki kemampuan teknis yang kuat.
“Kami ingin setiap anggota Satpol PP memiliki landasan ilmu, karakter, dan kompetensi lapangan yang kokoh. Ini menjadi salah satu tonggak penting dalam membentuk personel yang profesional, humanis, dan responsif terhadap dinamika masyarakat,” tambahnya.
Pelaksanaan Diklat Dasar ini diikuti 70 ASN Satpol PP, terbagi dalam dua gelombang, masing-masing 35 peserta. Pembelajaran dilaksanakan dalam skema kombinasi daring dan luring. Empat hari pertama diisi dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sementara tiga hari berikutnya digelar tatap muka untuk penguatan praktik, simulasi lapangan, serta pendalaman materi teknis.
Untuk menjamin kualitas pelatihan, Satpol PP Lutim menghadirkan narasumber dari dua institusi tingkat nasional, yaitu:
- BPSDM Kemendagri RI – memberikan materi fungsi pemerintahan, etika aparatur, manajemen pelaporan, hingga operasi lapangan.
- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) – memberikan materi teknis terkait penegakan hukum, komunikasi efektif, perlindungan masyarakat, dan simulasi situasi darurat.
Dengan kolaborasi tersebut, Diklat Dasar Satpol PP Lutim dipastikan berada pada standar pelatihan nasional yang relevan dengan kebutuhan tugas di lapangan.
Baharuddin menegaskan bahwa Diklat Dasar ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan teknis anggota, meningkatkan profesionalisme, menumbuhkan kedisiplinan, serta membentuk karakter personel yang siap menjawab tantangan penegakan Perda di lapangan.
“Harapan kami, 70 ASN Satpol PP Lutim ini menjadi garda terdepan yang sigap, humanis, serta mampu menjalankan tugas penegakan Perda dengan integritas demi terwujudnya Luwu Timur yang Maju dan Sejahtera,” jelasnya.
Lebih jauh, Diklat ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas respons Satpol PP terhadap dinamika sosial, memperkuat kemampuan komunikasi, hingga meningkatkan kerja sama tim dalam setiap penugasan.
Menurutnya, pelaksanaan Diklat Dasar secara mandiri ini tidak hanya menciptakan efisiensi anggaran, tetapi juga menunjukkan kemandirian kelembagaan dan efektivitas pembinaan aparatur.
Ke depan, Satpol PP Luwu Timur berkomitmen melanjutkan program pengembangan kapasitas melalui workshop, simulasi lapangan, hingga pendidikan lanjutan agar aparatur semakin unggul dan adaptif.
“Kami berharap Satpol PP Luwu Timur bisa menjadi role model penegakan Perda yang tegas, humanis, dan berintegritas,” tutup Baharuddin.
Pelaksanaan Diklat Dasar pertama di Sulsel ini menjadi bukti bahwa pembinaan SDM bukan sekadar rutinitas, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan aparatur yang kompeten, siap menjaga ketertiban, mendukung pembangunan daerah, serta memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Luwu Timur. (Rils/kominfo-sp)












