Luwu Timur — Mewakili Bupati Luwu Timur, Baharuddin, S.Pd., M.Si., secara resmi menutup kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Luwu Timur, Minggu (14/12/2025), bertempat di Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni. Penutupan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian Diksar sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur Satpol PP.
Dalam sambutannya, Baharuddin menyampaikan permohonan maaf Bupati Luwu Timur, Ir. H. Irwan Bachri Syam, S.T., IPM., yang sedianya dijadwalkan hadir langsung namun berhalangan karena tugas pemerintahan yang tidak dapat ditinggalkan. Hal yang sama juga disampaikan terkait ketidakhadiran Wakil Bupati Luwu Timur.
“Bupati Luwu Timur menitipkan salam dan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia. Beliau menyampaikan dukungan penuh atas terselenggaranya Diksar Satpol PP ini sebagai bagian dari penguatan kapasitas aparatur daerah,” ujar Baharuddin.
Baharuddin menegaskan bahwa Diksar Satpol PP memiliki peran strategis dalam membentuk aparatur yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga kuat secara mental, disiplin, serta memiliki integritas yang tinggi. Ia menilai tantangan tugas Satpol PP ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan personel yang profesional, berwawasan, dan mampu menjalankan tugas dengan pendekatan yang humanis.
Menurutnya, pemerintah daerah dan masyarakat menaruh harapan besar agar seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama Diksar dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
“Melalui Diksar ini, diharapkan lahir aparatur Satpol PP yang disiplin, loyal terhadap tugas, memahami aturan perundang-undangan, serta mampu menjadi teladan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang SDM dan Sarana Prasarana Satpol PP Luwu Timur, Ni Kadek Rinha Waty, S.E., dalam laporannya menyampaikan bahwa Diksar Satpol PP bertujuan meningkatkan kapasitas dasar, kedisiplinan, serta pemahaman tugas dan fungsi Satpol PP sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, Diksar ini diarahkan untuk membentuk karakter aparatur yang bertanggung jawab, profesional, dan siap menjalankan peran sebagai penegak Peraturan Daerah.

Diksar Satpol PP Kabupaten Luwu Timur dilaksanakan selama tujuh hari, dengan metode empat hari secara daring dan tiga hari secara luring yang dipusatkan di Hotel Sikumbang. Kegiatan ini diikuti oleh 70 peserta yang terbagi dalam dua angkatan, dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri, praktisi Pol PP, serta unsur Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Selama mengikuti Diksar, para peserta menerima berbagai materi penting, di antaranya pembinaan fisik dan mental, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, etika profesi, serta pemahaman tugas dan fungsi Satpol PP dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Salah seorang peserta, Dian Donna, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya dapat mengikuti kegiatan Diksar Satpol PP. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga yang memperkuat pemahaman tentang tanggung jawab sebagai aparatur.
“Kami mendapatkan banyak pelajaran, terutama tentang disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Diksar ini sangat bermanfaat sebagai bekal ke depan,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan peserta lainnya, Aprianto, yang mengaku bersyukur dapat mengikuti Diksar Satpol PP dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Diksar ini membuka wawasan kami tentang pentingnya sikap profesional dan humanis dalam bertugas. Semoga ilmu yang kami peroleh dapat diterapkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tuturnya.
Penutupan Diksar Satpol PP Kabupaten Luwu Timur ditandai dengan pelepasan tanda peserta oleh Baharuddin sebagai simbol berakhirnya pendidikan dasar sekaligus kesiapan peserta untuk melanjutkan pengabdian sebagai aparatur Satpol PP yang profesional dan berintegritas.
(nh/exp-tim)












