Perahu Naga Warnai HUT ke-23 Lutim, Ajang Tradisi yang Satukan Prestasi, Wisata, dan Kebersamaan

Dok Kominfo-sp

Luwu Timur, — Riuh sorak penonton di sepanjang bantaran Sungai Malili menjadi penutup manis gelaran lomba balap perahu naga dalam rangka Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur. Setelah berlangsung selama tiga hari penuh, sejak 31 Mei hingga 2 Juni 2026, kompetisi yang memadukan sportivitas dan kearifan lokal itu resmi berakhir pada Selasa (02/06/2026).

Perlombaan yang menjadi salah satu agenda unggulan perayaan hari jadi daerah tersebut berhasil menyedot perhatian masyarakat. Ribuan pasang mata menyaksikan aksi para pendayung yang menampilkan kekompakan, kekuatan, dan strategi dalam menaklukkan lintasan Sungai Malili.

Sebanyak 19 tim ambil bagian dalam kompetisi ini, terdiri atas 11 tim perwakilan kecamatan dan 8 tim kategori umum. Persaingan berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga partai final, menghadirkan tontonan menarik bagi masyarakat yang memadati area perlombaan.

Penutupan kegiatan dilakukan oleh Bupati Luwu Timur yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab, Askar. Pada kesempatan tersebut, para juara menerima penghargaan dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Tim PPS27 dari Kecamatan Malili tampil dominan dan berhasil meraih gelar juara pertama. Posisi runner-up ditempati Tim Anak Nakal dari Kecamatan Burau, sementara peringkat ketiga bersama diraih Tim Granat dan Tim Orion yang juga berasal dari Kecamatan Malili.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Luwu Timur, Muhammad Safaat DP, mengungkapkan bahwa para pemenang tidak hanya menerima hadiah yang disiapkan panitia, tetapi juga memperoleh bonus tambahan dari Bupati sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan dedikasi yang ditunjukkan selama kompetisi.

Menurut Safaat, perhatian pemerintah daerah terhadap kegiatan olahraga tradisional merupakan bagian dari upaya membangun prestasi sekaligus menjaga warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Luwu Timur.

Sementara itu, Askar menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia, aparat keamanan, dan masyarakat yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia menilai balap perahu naga bukan sekadar perlombaan olahraga, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam merayakan perjalanan pembangunan daerah.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya melestarikan olahraga tradisional, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan kebanggaan terhadap daerah,” ujarnya.

Lebih jauh, pemerintah daerah berharap balap perahu naga dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi Sungai Malili sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bumi Batara Guru.

Berakhirnya perlombaan ini menambah warna dalam rangkaian Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur. Di balik persaingan yang berlangsung di atas air, tersimpan pesan kuat tentang kekompakan, kerja sama, dan semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Luwu Timur dalam membangun daerahnya.

(Rils/Kominfo-sp|diolah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *