Luwu Timur, — Semangat kreativitas anak muda mewarnai perayaan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur melalui Festival Musik yang resmi dibuka Bupati Irwan Bachri Syam di Lapangan Andi Nyiwi, Malili, Jumat malam (05/06/2026).
Ajang seni yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi daerah tersebut tidak sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan semangat berkarya di bidang musik.
Sebanyak 19 grup band dari kalangan pelajar, komunitas seni, hingga musisi lokal ambil bagian dalam kompetisi yang mengangkat tema “Luwu Timur Juara”. Berbagai penampilan dari genre akustik, pop, hingga musik modern sukses menghibur ribuan penonton yang memadati arena pertunjukan.
Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pembukaan festival. Sorak dukungan dan apresiasi mengiringi setiap penampilan peserta yang berusaha menampilkan karya terbaik mereka di hadapan dewan juri dan publik.
Dalam sambutannya, Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa seni musik memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda sekaligus mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
Menurutnya, ruang-ruang kreatif seperti festival musik perlu terus diperluas agar menjadi wadah positif bagi anak muda dalam mengembangkan potensi dan prestasi.
“Musik bukan hanya sarana hiburan, tetapi juga media yang mampu menyatukan masyarakat, menumbuhkan kreativitas, serta membangun semangat kebersamaan di kalangan generasi muda,” ujar Irwan.
Ia berharap festival serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan seni, budaya, dan industri kreatif di Luwu Timur.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Musik sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Rizal Mujur, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas dukungan yang diberikan kepada komunitas seni dan para musisi muda daerah.
Menurutnya, keberadaan festival ini menjadi kesempatan berharga bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkaya ekosistem seni musik lokal.
“Kami bersyukur pemerintah terus memberikan ruang bagi anak-anak muda untuk berekspresi dan berkarya melalui jalur seni yang positif,” katanya.
Festival Musik HUT ke-23 Luwu Timur dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 5–6 Juni 2026, dengan total hadiah sebesar Rp30 juta. Para peserta akan bersaing memperebutkan hadiah utama Rp15 juta untuk juara pertama, Rp10 juta bagi juara kedua, dan Rp5 juta untuk juara ketiga.
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, para asisten dan staf ahli, kepala OPD, Camat Malili, pelajar, komunitas seni, serta masyarakat yang ikut meramaikan perayaan hari jadi daerah.
Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tidak hanya merayakan usia daerah yang ke-23, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam membangun ruang kreativitas yang mampu melahirkan talenta-talenta muda berbakat, memperkuat identitas budaya, dan mempererat persatuan masyarakat melalui karya seni.
(Rils/Kominfo-sp|diolah)












