SINJAI — Pengembangan budidaya udang vaname berbasis teknologi mulai mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Sinjai sebagai salah satu peluang memperkuat sektor perikanan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Hal itu terlihat saat Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif meninjau langsung tambak udang vaname modern milik pengusaha lokal H. Sadri di kawasan Baringeng, Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, Selasa (22/9/2026) sore.
Dalam kunjungan tersebut, Ratnawati melihat dari dekat proses budidaya yang diterapkan, termasuk kondisi udang yang sedang dalam masa pemeliharaan serta sistem pengelolaan tambak yang menggunakan teknologi modern.
Sistem budidaya di tambak tersebut antara lain mengandalkan proses penyedotan dan pengeluaran air laut sebagai bagian dari pengelolaan tambak. Berdasarkan penjelasan yang diterima Bupati, udang yang saat ini dibudidayakan diperkirakan memasuki masa panen sekitar dua pekan mendatang.
Bagi Ratnawati, keberadaan usaha budidaya seperti ini menunjukkan bahwa sektor perikanan Sinjai memiliki ruang untuk terus dikembangkan melalui investasi dan inovasi pelaku usaha lokal.
“Sore ini saya mengunjungi salah satu usaha tambak modern milik pengusaha lokal. Kita berharap produksinya bisa berdaya saing dan mampu membersamai pemerintah,” ujar Ratnawati.
Produksi Lokal, Manfaat Ekonomi Tetap di Sinjai
Bupati juga menyoroti pentingnya membangun mata rantai ekonomi yang menghubungkan produksi lokal dengan kebutuhan masyarakat di daerah.
Menurutnya, apabila hasil produksi tambak mampu memenuhi kebutuhan pasar Sinjai, maka sebagian perputaran ekonomi dapat dipertahankan di daerah. Hal tersebut sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menikmati manfaat dari berkembangnya usaha perikanan lokal.
“Kalau anak-anak kita makan udang bergizi dari hasil tambak lokal, saya kira tidak perlu dijual keluar kalau masih ada pembeli di daerah kita. Kenapa? Agar penguatan ekonominya tetap berputar di Sinjai,” tegasnya.
Pandangan tersebut tidak hanya diarahkan pada aspek produksi, tetapi juga pada bagaimana usaha perikanan dapat membentuk ekosistem ekonomi yang lebih luas, mulai dari produksi, distribusi hingga konsumsi.
Pemkab Buka Ruang Kemitraan dengan Swasta
Ratnawati juga membuka peluang penguatan kemitraan antara pemerintah daerah dan sektor swasta. Menurutnya, pemerintah memiliki ruang untuk mendorong iklim usaha, sementara pelaku usaha dapat memperkuat kapasitas produksi dan membuka peluang ekonomi di masyarakat.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berkembang apabila memberikan manfaat bagi kedua pihak dan masyarakat secara lebih luas.
“Kalau kemitraan ini berlanjut, akan kita tindaklanjuti. Kita akan mendorong pihak swasta untuk membersamai pemerintah sehingga terjadi keseimbangan kemajuan yang menguntungkan kedua belah pihak,” jelasnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus melihat potensi usaha lokal yang dapat dikembangkan sehingga sektor swasta tidak berjalan sendiri, tetapi dapat menjadi bagian dari penguatan ekonomi daerah.
Kunjungan tersebut turut didampingi Staf Ahli Bupati Sinjai, Kepala Dinas Perikanan Sinjai A. Saoraja Arie Lesmana, Camat Sinjai Timur Algazali Farti, Camat Bulupoddo Ridwan, serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Sinjai Ikramullah.
(Hms-kmf|AM)












