Ragam  

Debut di Ajang Kabupaten, Perpustakaan Cendana Hitam Timur Tembus Tiga Besar

Dok nh-exp/tim

LUWU TIMUR — Langkah perdana Perpustakaan Desa Cendana Hitam Timur, Kecamatan Tomoni Timur, dalam ajang kompetisi tingkat Kabupaten Luwu Timur berbuah prestasi. Untuk pertama kalinya mengikuti Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tahun 2026, perpustakaan tersebut berhasil menempati Juara III.

Capaian itu ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Luwu Timur Nomor 45 Tahun 2026 tentang Penetapan Pemenang Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan se-Kabupaten Luwu Timur Tahun 2026.

Dalam keputusan tersebut, Perpustakaan Pelita Ilmu, Desa Lumbewe, Kecamatan Burau, ditetapkan sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih Perpustakaan Permata Ilmu, Desa Sindu Agung, Kecamatan Mangkutana, sedangkan Perpustakaan Desa Cendana Hitam Timur berada di posisi ketiga.

Sementara itu, kategori juara harapan masing-masing diraih Perpustakaan Harapan Bangsa, Desa Wasuponda, sebagai Harapan I; Perpustakaan Ceria, Desa Kalpataru, Kecamatan Tomoni, sebagai Harapan II; dan Perpustakaan Vidyaloka, Desa Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, sebagai Harapan III.

Hasil tersebut mengacu pada Berita Acara Penilaian Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Terbaik Tingkat Kabupaten Luwu Timur Nomor 000.4.6.3/272/2026 tertanggal 18 September 2026.

Bagi Pemerintah Desa Cendana Hitam Timur, capaian tersebut menjadi catatan penting dalam perjalanan pengembangan perpustakaan desa. Sebab, penghargaan itu diraih pada keikutsertaan pertama, sekaligus menjadi gambaran awal dari upaya pembenahan pengelolaan perpustakaan di tingkat desa.

Penjabat Kepala Desa Cendana Hitam Timur, Duma, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas hasil yang diraih. Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras pengelola serta dukungan dan pendampingan dari Kecamatan Tomoni Timur.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras, kesungguhan dan perjuangan akhirnya bisa berhasil. Terima kasih Pak Camat bersama anggota atas bimbingan serta pendampingannya selama ini,” ujar Duma.

Menurut Duma, lomba perpustakaan tidak semestinya dimaknai sebatas kompetisi untuk memperoleh peringkat. Lebih dari itu, proses penilaian menjadi ruang evaluasi terhadap pengelolaan perpustakaan, termasuk melihat aspek yang telah berjalan maupun bagian yang masih membutuhkan pembenahan.

Karena itu, raihan Juara III dipandang sebagai pijakan untuk melanjutkan pengembangan perpustakaan, baik dari sisi pengelolaan maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Yang terpenting bukan hanya mendapatkan juara, tetapi bagaimana perpustakaan ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan Perpustakaan Desa Cendana Hitam Timur sebagai salah satu perpustakaan desa yang masuk tiga besar dalam kompetisi tingkat Kabupaten Luwu Timur tahun ini.

Bagi pemerintah desa dan pengelola, hasil tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah penghargaan. Prestasi perdana itu menjadi modal untuk memperkuat pengelolaan perpustakaan sekaligus mendorong agar keberadaannya semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, perpustakaan desa tidak hanya hadir sebagai tempat penyimpanan dan peminjaman bahan bacaan, tetapi dapat terus berkembang sebagai ruang belajar, sumber informasi, dan bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi di tengah masyarakat.

(Nh-exp/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *