LUWU TIMUR — Kebijakan pendidikan dan perlindungan sosial menjadi perhatian dalam penilaian penghargaan kepala daerah pada ajang PWI Sulsel Awards 2026. Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menerima penghargaan kategori Kepala Daerah Peduli Pendidikan dan Kesejahteraan Lansia, berkat program Kartu Lutim Pintar dan Kartu Lutim Lansia yang menyasar kebutuhan masyarakat di dua kelompok usia berbeda.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, dan diterima oleh Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, dalam rangkaian pelantikan dan pengukuhan Pengurus PWI Provinsi Sulawesi Selatan masa bakti 2026–2031 yang dirangkaikan dengan PWI Awards 2026. Kegiatan berlangsung di Sandeq C, Claro Hotel, Makassar, Sabtu (17/10/2026).
Penghargaan ini menyoroti dua program pemerintah daerah yang berfokus pada akses pendidikan bagi anak dan mahasiswa serta dukungan finansial bagi masyarakat lanjut usia.
Pendidikan dan Perlindungan Sosial Jadi Fokus
Melalui Kartu Lutim Pintar, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memberikan dukungan pendidikan berupa seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, mulai dari kebutuhan pakaian hingga perlengkapan sekolah. Program ini juga mencakup beasiswa penuh bagi mahasiswa asal Luwu Timur dari semester pertama hingga semester delapan.
Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu mengurangi beban biaya pendidikan keluarga. Akses pendidikan yang lebih terjangkau diharapkan dapat membuka kesempatan belajar bagi generasi muda tanpa terbebani persoalan biaya yang dapat menghambat keberlanjutan sekolah maupun perkuliahan.
Sementara itu, Kartu Lutim Lansia dirancang untuk memberikan dukungan keuangan kepada warga lanjut usia. Pada 2026, jumlah penerima program ini mencapai 4.000 orang di seluruh Kabupaten Luwu Timur, dengan bantuan sebesar Rp1 juta per bulan.
Kedua program tersebut menyasar kebutuhan yang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang saling berkaitan: memperluas akses terhadap layanan dan dukungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penghargaan sebagai Dorongan untuk Memperkuat Program
Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan PWI Sulsel. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan dan memperhatikan kehidupan masyarakat lanjut usia.
“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah bukti bahwa kerja keras Bapak Bupati untuk memuliakan dunia pendidikan dan memuliakan para orang tua kita, para lansia, mendapat apresiasi. Kartu Lutim Pintar dan Kartu Lutim Lansia bukan sekadar program, tapi adalah bentuk kasih sayang pemerintah untuk rakyatnya,” ujar Puspawati, didampingi Kepala Dinas Kominfo-SP, Andi Tabacina Akhmad.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur akan terus berupaya memastikan anak-anak memperoleh kesempatan pendidikan yang layak serta warga lanjut usia mendapatkan perhatian dan dukungan sesuai program yang ditetapkan.
“Ini penghargaan untuk seluruh masyarakat Luwu Timur, untuk anak-anak dan para orang tua lansia kita. Insya Allah kami akan terus tingkatkan,” tambahnya.
Bagi pemerintah daerah, penghargaan ini diharapkan tidak berhenti sebagai pengakuan atas program yang telah berjalan. Keberlanjutan pelaksanaan, ketepatan penerima manfaat, dan kualitas layanan tetap menjadi aspek penting agar dampaknya dapat dirasakan masyarakat secara nyata.
PWI Sulsel Diharapkan Terus Memperkuat Profesionalisme Pers
Pada kesempatan yang sama, Puspawati menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran Pengurus PWI Provinsi Sulawesi Selatan yang baru dilantik dan dikukuhkan di bawah kepemimpinan Ketua PWI Sulsel, Suwardi Thahir, untuk masa bakti 2026–2031.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada pengurus PWI Sulsel yang baru dikukuhkan. Semoga PWI Sulsel semakin jaya, semakin profesional. Kolaborasi antara pers dan pemerintah harus terus kita jaga,” tutupnya.
Penghargaan PWI Sulsel Awards 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk terus memperkuat kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pada akhirnya, keberhasilan program pendidikan dan kesejahteraan lansia tidak hanya ditentukan oleh pengakuan yang diterima, tetapi juga oleh konsistensi pelaksanaan serta manfaat yang dirasakan oleh anak-anak, mahasiswa, dan warga lanjut usia di daerah tersebut.
(Rils/Kominfo-SP | Diolah)












