Opini  

Utang Indonesia Makin Membengkak, Bagaimana Dampaknya?

Muh. Ashar Arighi Mahasiswa Akuntansi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

OPINI, EXPOSETIMUR.com — Dibalik dari kekayaan sumber daya alam yang sangat melimpah, akhir-akhir tahun ini indonesia menjadi sorotan publik. Yang dimana pada akhir agustus Bank Indonesia (BI) mengatakan bahwa utang luar negeri (ULN) indonesia naik menjadi 8,8% sebesar US$ 393,5 miliar atau sekitar Rp 5,553,5 Triliun per agustus.

Adapun dari china yang merupakan salah satu negara yang memberikan pinjaman ke negara lain. Indonesia menjadi negara yang menerima pinjaman dari negeri tirai bambu. Perlu kita ketahui bahwa selama jadi negara berkembang indonesia masih membutuhkan modal dari negara lain maka dari itu setiap tahunnya indonesia akan mengalami pembengkakan utang yang akan berdampak kurang sehat bagi generasi kedepannya.

Peningkatan jumlah utang perlu diwaspadai karena akan memberikan dampak bagi perekonomian indonesia. Pada bulan November jumlah utang pemerintah tercatat Rp 4,814,31 Triliun per November 2019 atau meningkat menjadi Rp.58,18 Triliun dibandingkan bulan sebelumnya. Dimana pada bulan sebelumnya jumlahnya meningkat menjadi Rp 418,34 Triliun.

Dikutip dari buku APBN kita edisi November 2019, utang pemerintah terdiri dari pinjaman (SBN) total dari pinjaman berasal dari utang mencapai Rp 770,04 Triliun pinjaman ini terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp 8,09 Triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp761,95 Triliun. Pertumbuhan utang terutama dipengaruhi oleh transaksi pembayaran neto (ULN). Perlambatan pertumbuhan ULN tersebut disebabkan oleh menurunnya ULN publik dan ULN swasta dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya.

Menurut indef, bhima yudhistira mengatakan peningkatan jumlah utang dikarenakan pemerintah tidak bisa mengendalikan. Karena ketika kenaikan nominal utang naik dapat menyebabkan kenaikan beban pembayaran bunga juga dan jika utang meningkat maka akan berdampak pada pembayaran bunga utang kedepannya.
Dalam rangka menjaga struktur ULN tetap sehat BI dan pemerintah terus meningkatkan kordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian.

Harapan kami untuk indonesia pentingnya reformasi untuk meningkatkan kinerja yang dapat mendorong perekonomian yang lebih baik lagi agar indonesia dapat menjadi negara yang berpenghasilan menegah keatas dan dapat membantu memberikan dampak baik bagi penerus indonesia kedepannya.

Penulis: Muh. Ashar Arighi Mahasiswa Akuntansi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *