LUWU TIMUR — Sinkronisasi internal menjadi bagian penting dalam menjaga agar agenda pembangunan daerah di Kabupaten Luwu Timur berjalan dalam arah yang sama. Untuk itu, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Luwu Timur memperkuat koordinasi antarbidang guna memastikan setiap tahapan perencanaan memiliki kesinambungan hingga pelaksanaannya.
Koordinasi tersebut berlangsung di Aula Bapperida Luwu Timur, Senin (21/9/2026), dengan membahas sejumlah agenda yang berkaitan dengan pelaksanaan program dan kegiatan masing-masing bidang.
Forum tersebut dimanfaatkan untuk menyelaraskan pemahaman mengenai prioritas kegiatan, kesiapan teknis, pembagian peran, serta langkah tindak lanjut yang diperlukan dalam mendukung pencapaian sasaran pembangunan daerah.
Kepala Bapperida Kabupaten Luwu Timur, Kamal Rasyid, menegaskan bahwa koordinasi internal diperlukan untuk memastikan pekerjaan antarbidang tidak berjalan secara parsial, terutama ketika suatu program memiliki keterkaitan dengan bidang atau tahapan perencanaan lainnya.
“Koordinasi ini penting untuk menyamakan persepsi dan memastikan setiap bidang memahami tugas serta tanggung jawabnya. Dengan komunikasi yang baik, berbagai kendala dapat diantisipasi sejak awal sehingga pelaksanaan kegiatan bisa berjalan lebih efektif,” ujar Kamal.
Menurutnya, kualitas perencanaan tidak hanya ditentukan oleh bagaimana sebuah program dirumuskan, tetapi juga oleh kesiapan dalam menerjemahkan rencana tersebut ke dalam tahapan kerja yang jelas.
Karena itu, setiap bidang didorong untuk mengidentifikasi kebutuhan dan potensi kendala sejak awal, sekaligus memastikan pembagian tugas dan tanggung jawab dapat dipahami secara jelas oleh pihak yang terlibat.
Koordinasi juga menjadi ruang untuk meninjau kembali sejumlah agenda berdasarkan tingkat prioritas dan kebutuhan pembangunan daerah. Langkah tersebut diperlukan agar pemanfaatan sumber daya yang tersedia tetap diarahkan pada program yang memiliki keterkaitan dengan sasaran pembangunan.
“Yang kita harapkan adalah setiap tindak lanjut memiliki arah yang jelas dan dapat dilaksanakan secara konsisten. Kita ingin memastikan bahwa perencanaan yang disusun benar-benar dapat mendukung pelaksanaan pembangunan daerah,” kata Kamal.
Ia menekankan pentingnya kesinambungan antara perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Menurutnya, setiap hasil koordinasi harus diterjemahkan menjadi langkah kerja yang terukur sehingga tidak berhenti sebagai pembahasan internal.
Dengan pola koordinasi tersebut, Bapperida Luwu Timur berupaya menjaga agar proses perencanaan pembangunan tetap berjalan secara terintegrasi, sekaligus memperkuat komunikasi antarbidang dalam menghadapi kebutuhan pembangunan yang terus berkembang.
Penguatan koordinasi internal ini menjadi bagian dari upaya Bapperida untuk meningkatkan kualitas tata kelola perencanaan, sehingga program pembangunan daerah dapat dipersiapkan secara lebih matang, dilaksanakan secara terarah, dan memiliki kesinambungan hingga tahap tindak lanjut.
(Nh-exp/tim)












