LUWU TIMUR — Peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di tingkat desa dan kelurahan kembali diperkuat Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Sebanyak 128 desa dan kelurahan mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas yang dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai situasi di tengah masyarakat.
Pelatihan yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Luwu Timur tersebut berlangsung selama tiga hari, 23–25 September 2026, di Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni.
Kepala Satpol PP Luwu Timur, Baharuddin, membuka kegiatan tersebut mewakili Bupati Luwu Timur. Pelatihan melibatkan perwakilan Satlinmas dari seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Luwu Timur.
Materi pembekalan diberikan oleh sejumlah unsur yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan tugas Satlinmas, di antaranya TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Pelibatan berbagai unsur tersebut dimaksudkan untuk memberikan pemahaman yang lebih luas kepada peserta, terutama terkait kesiapsiagaan, ketertiban masyarakat, penanganan situasi darurat, serta koordinasi ketika menghadapi persoalan di lapangan.
Dalam sambutan tertulis Bupati Luwu Timur yang dibacakannya, Baharuddin menegaskan bahwa posisi Satlinmas yang berada langsung di tengah masyarakat membuat peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan penting.
“Kondisi sosial di tengah masyarakat saat ini sangat kompleks, mulai dari potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat hingga situasi kedaruratan. Oleh karena itu, anggota Satlinmas mutlak harus memiliki kemampuan, kesiapsiagaan, dan keterampilan yang mumpuni,” ujar Baharuddin.
Menurutnya, keberadaan Satlinmas di desa dan kelurahan memiliki nilai strategis karena personelnya berada paling dekat dengan masyarakat. Kondisi tersebut menuntut anggota Satlinmas mampu mengenali situasi, mengambil langkah awal yang tepat, serta berkoordinasi dengan pihak terkait ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Karena itu, pelatihan tidak hanya diarahkan untuk menambah pengetahuan teknis, tetapi juga membangun sikap dan pola pelayanan yang sesuai dengan karakter tugas Satlinmas.
Bupati, melalui sambutan yang dibacakan Baharuddin, meminta agar anggota Satlinmas mengedepankan pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugas, tanpa mengurangi kesiapsiagaan ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat.
“Saya berharap seluruh anggota Satlinmas dapat mengedepankan sikap yang humanis namun tetap sigap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, penting untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” katanya.
Pelaksana kegiatan, Saiful Sudding, menyampaikan bahwa peserta berasal dari perwakilan 128 desa dan kelurahan se-Kabupaten Luwu Timur. Kehadiran peserta dari seluruh wilayah tersebut diharapkan dapat memperluas pemerataan kapasitas Satlinmas hingga tingkat pemerintahan paling dekat dengan masyarakat.
Selain jajaran Satpol PP, kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah camat se-Kabupaten Luwu Timur, Kepala Bidang Penegakan Perda Ibrahim Yakub, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Ni Kadek Rinha Waty, serta sejumlah pejabat dan jajaran lingkup Satpol PP Luwu Timur.
Melalui pelatihan tersebut, pemerintah daerah berharap anggota Satlinmas mampu membawa pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh ke wilayah masing-masing, sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, kelurahan, serta unsur terkait lainnya.
Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem perlindungan masyarakat yang lebih siap di tingkat lokal, sehingga berbagai potensi gangguan ketenteraman, ketertiban, maupun kondisi kedaruratan dapat direspons secara cepat, tepat, dan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.
(Nh-exp/tim)












