Dari Permainan Tradisional ke Buah Dengen, Luwu Timur Perkenalkan Identitas Lokal kepada Kontingen Sulsel

Dok kominfo-sp

LUWU TIMUR – Permainan tradisional tak hanya menghadirkan keceriaan di Pantai Ide, Sorowako, Jumat (9/10/2026), tetapi juga menjadi ruang perjumpaan budaya bagi kontingen kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan yang mengikuti rangkaian Expo Koperasi dan UMKM.

Di tengah berlangsungnya lomba Games Estafet, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, hadir menyapa peserta sekaligus membangun suasana akrab di antara para tamu dari berbagai daerah. Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika ia memperkenalkan buah dengen, buah khas Luwu Timur, kepada para kontingen.

Pengenalan tersebut berlangsung secara sederhana. Para peserta diajak mencicipi dengen, disertai obrolan santai dan tawa bersama. Interaksi itu menghadirkan cara yang dekat dan alami untuk memperkenalkan kekayaan lokal kepada pengunjung yang datang ke Sorowako.

Bagi Luwu Timur, perjumpaan semacam ini menjadi bagian dari pengalaman bertamu yang lebih luas. Daerah tidak hanya dikenal melalui agenda resmi dan perlombaan, tetapi juga lewat produk lokal, keramahan masyarakat, serta kebiasaan yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Irwan mengajak seluruh peserta menikmati perlombaan dengan semangat kebersamaan, tanpa menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan.

“Silakan ikuti lomba ini dengan gembira, nikmati kebersamaannya. Yang paling penting bukan hanya menang atau kalah, tetapi bagaimana kita bisa bersenang-senang bersama, saling mengenal, dan mempererat silaturahmi,” ujar Irwan.

Setelah momen perkenalan tersebut, lomba Games Estafet berlanjut dengan antusiasme para peserta. Berbagai tantangan dalam permainan menjadi sarana membangun interaksi dan mempererat hubungan antarkontingen di luar suasana kompetisi formal.

Di sela kegiatan, Bupati Irwan juga menyempatkan diri menyapa para finalis Duta Pelajar yang bersiap menampilkan kemampuan mereka. Ia memberikan apresiasi dan dorongan agar para finalis tampil percaya diri serta memberikan penampilan terbaik.

Rangkaian kegiatan di Pantai Ide memperlihatkan bahwa Expo K-UMKM tidak semata menjadi ajang promosi dan pertemuan antardaerah. Kegiatan ini juga membuka ruang bagi Luwu Timur untuk memperkenalkan potensi lokal melalui pengalaman langsung yang dapat dikenang para tamu.

Melalui permainan tradisional dan pengenalan buah dengen, kekayaan daerah diperkenalkan bukan hanya sebagai informasi, melainkan sebagai bagian dari interaksi dan kebersamaan selama kontingen berada di Luwu Timur.

(Rils/Kominfo-SP|diolah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *