Disiplin ASN Jadi Perhatian, Bupati Luwu Timur Tegaskan Konsekuensi terhadap TPP

Dok kominfo-sp

LUWU TIMUR — Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa kedisiplinan bukan sekadar kewajiban administratif bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), melainkan bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan pelayanan pemerintahan.

Penegasan tersebut disampaikan Irwan Bachri Syam saat memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Luwu Timur, Kamis (1/10/2026).

Di hadapan jajaran pejabat dan ASN Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Bupati menyoroti kepatuhan aparatur terhadap agenda resmi pemerintahan, termasuk upacara peringatan hari nasional dan apel kedinasan.

Ia menyampaikan bahwa ketidakhadiran tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan akan menjadi bagian dari evaluasi dalam pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Mulai hari ini, kalau tidak hadir dalam peringatan hari nasional seperti ini, ditambah dua kali tidak hadir apel, maka TPP-nya tidak akan diberikan. Kecuali ada alasan yang bisa diterima, seperti sakit dan sedang dinas luar (DL),” tegas Irwan.

Menurutnya, kehadiran ASN dalam agenda pemerintahan merupakan bentuk kepatuhan terhadap ketentuan kedinasan sekaligus cerminan tanggung jawab aparatur kepada masyarakat.

Karena itu, ia meminta seluruh ASN tidak memandang apel maupun kegiatan resmi pemerintah sebagai rutinitas seremonial semata. Setiap agenda kedinasan, kata dia, harus diikuti sebagai bagian dari pelaksanaan tugas dan disiplin aparatur.

Selain kedisiplinan, Irwan juga menaruh perhatian pada pembinaan kehidupan keagamaan bagi ASN Muslim. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan ibadah secara berjamaah akan menjadi bagian dari pembinaan aparatur dan selanjutnya diatur melalui surat edaran sebagai pedoman.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati menginstruksikan jajaran ASN untuk ikut menyukseskan Pekan Expo UMKM dalam rangka Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang akan berlangsung 6–10 Oktober 2026 di Kabupaten Luwu Timur.

Ia meminta keterlibatan tidak berhenti pada panitia pelaksana. Kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala bagian, hingga kepala bidang diminta mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

“Saya berharap seluruh teman-teman ASN mengambil peran. Bukan berarti hanya panitia yang beraktivitas atau memikirkan bagaimana kegiatan ini sukses. Tetapi seluruh ASN, terutama kepala OPD, kepala bagian dan kepala bidang, harus memberikan kontribusi, baik tenaga maupun pikiran,” ujarnya.

Irwan juga mengingatkan ASN agar memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi mengenai program dan aktivitas pemerintah daerah kepada masyarakat.

Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai kegiatan pemerintahan yang berlangsung setiap hari perlu diketahui publik, sehingga masyarakat dapat mengikuti sekaligus memahami apa yang dikerjakan pemerintah daerah.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk memperkuat kembali komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Upacara tersebut diikuti jajaran pejabat Pemkab Luwu Timur, mulai dari pejabat eselon II, III, IV hingga seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

(Rils/Kominfo-SP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *