PANGKEP, EXPOSETIMUR.com _ Kasus penghinaan Organisasi KEMBAPALOPI oleh salah satu Dosen Politani Pangkep berahir damai dengan permintaan maaf Irawan kepada organisasi.
Mediasi Irawan dengn pihak KEMBAPALOPI selesai dengan permohonan maaf dan penanda tanganan pernyataan hitam diatas putih untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, Mediasi ini dilaksanakan di kampus Politani Pangkep Rabu, (25/09/2019)
Proses mediasi yang berlangsung mulai dari Pukul 10.32-12.30 tersebut turut dihadiri oleh Direktur POLITANI PANGKEP, ASDIR 1, Ketua Jurusan Teknologi Kelautan dan Perikanan, POLSEK Mandalle, Orang Tua Fitri Ustami Destari, Paharuddin dan Irawan, Korban (Fitri Ustami Destari) dan Anggota Kerukunan Mahasiswa Butta Panrita Lopi (KEMBAPALOPI).
Dalam mediasi tersebut Irawan sempat menyangkali perbuatannya bahwa ini adalah suatu bentuk penghinaan, tetapi pada saat Fitri Ustami Destari angkat bicara terkait kata-kata apa yang diucapkan Irawan, kemudian membuat anggota KEMBAPALOPI meminta pertanggung jawaban megenai perkataanya, serta mendesak Irawan menandatangani surat pernyataan hitam diatas putih agar tidak mengulangi kesalahan atau perbuatan yang sama. Mendengar hal itu Irawan pun mulai menyadari kesalahannya dan segera meminta maaf kepada seluruh anggota KEMBAPALOPI secara lisan dan tulisan.
“Bismillahi Rahmani Rahim, Astagfirullahal Azim, saya mohon maaf kepada Allah, saya minta maaf kepada adek-adek, kepada senior-senior yang tersinggung, saya mohon maaf kepada organisasi KEMBAPALOPI atas ucapan saya kurang bagus kepada adek-adek, kurang berkenang utamanya kepada senior, pengurus dan seluruh anggota KEMBAPALOPI” Ungkapnya pada saat mediasi (25/09).
Sementara itu Usman selaku orang tua Fitri Ustami Destari memperingatkan bahwa, kejadian tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi Institusi agar lebih baik kedepanya.
“Saya sebagai orang tua Fitri dan dia juga (Irawan) sudah minta maaf, karena saya yakin yang sempurna hanya milik Allah, mari kita saling memaafkan. Artinya bahwa, ini adalah pembelajaran agar Institusi lebih baik kedepan kerena saya yakin tidak ada keberhasilan tanpa ada kritikan” Pungkasnya.
Selain itu, salah satu peserta mediasi yang dikonfirmasi terkait konten penghinaa tersebut tidak merincinya, tetapi menurutnya hal tersebut bentuk penghinaan lembaga KEMBAPALOPI,
“ada makna atau nilai yang merendahkan kader kami dan tentunya organisasi kami ” terang Mul
[TM_ET01]












