Mengharukan! Kisah Mirna, Siswi MTS Palampang Yang Jadi Tulang Pungung Keluarga

  • Bagikan
Mirna Siswi MTS Palampang bersama Ayahnya Conreng

BULUKUMBA, EXPOSETIMUR.COM _ Kisah Conreng, warga Dusun Sama Enre Desa Bulo Bulo, Kecamatan Bulukumpa,   penyandang di sabilitas berat, hidup bersama dengan 1 anaknya Mirna dan seorang cucunya Muh. Resa yang berumur 8 tahun,

Conreng mengalami cacat pada kedua kakinya akibat kecelakaan saat menjadi buruh pekerja di Negeri Jiran Malaysia beberapa tahun yang lalu. Salah satu kaki Conreng sudah diaputasi sampai batas lutut dan satunya masih tampak tulang bekas operasi, sehingga tidak sanggup untuk bekerja lagi.

Kisah ini bukan terletak pada cacat pada kedua kaki conreng, tetapi pada anaknya. Mirna yang menjadi Inspirasi dan sangat mengharukan bagi semua orang yang melihat usahanya untuk mengabdi pada orang tuanya, betapa tidak, Mirna yang saat ini duduk di bangku kelas 8 MTS Muhammadiyah Palampang harus menjadi tulang punggung keluarga demi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari  keluarganya. Mirna melakukan relah melakukan apa saja pekerjaan itu yang penting halal untuk sekedar memenuhi kebutuhan mereka, terkadang ia harus ijin untuk tidak mengikuti pelajaran di sekolahnyanya demi memaanfatkan kesempatan pekerjaan yang ada. Beberapa hari yang lalu, Mirna menjadi buruh mengumpulkan batu-batu kali yang akan di jual untuk pengerjaan proyek Perikanan di Desanya, bahkan Mirna biasa mengumpulkan daun cengkeh kering untuk di jual demi kebutuhan sekolah dan kebutuhan hidup keluarganya.

Diketahui bahwa, Sejak 2 tahun yang lalu, Mirna di tinggal ibunya ke Malaysia  karena kondisi bapaknya yang cacat berat. sehingga tidak ada pilihan lain selain ia yang harus mejadi tulang pangung keluarga. Hal tersebut di utarakan conreng kepada team work exposetimur.com yang mengunjungi rumahnya senin kemarin (10/11/2019).

Bukan tidak ada bantuan dari program pemerintah, karena keluarga mereka tetap mendapat bantuan program PKH dan juga kartu Indonesia pintar, tetapi hal tersebut tidak cukup untuk kebutuhan sehari hari mereka, sehingga tidak ada pilihan lain, Mirna harus bekerja meski jadi buruh pengepul batu dan juga daun cengkeh.

Baca Juga :   Sambut Ramadhan, Bupati Budiman Ziarah Ke Makam Almarhum Muh. Thoriq Husler

“kita berharap pendidikan adek kita Mirnah tidak tergadai dengan kondisi yang harus dipikulnya, meski ini sangat ispitaratif atas bakti seorang anak, tetapi disisi lain, rasa perihatin tentunya ada, melihat ia harus banyak kehilangan waktu belajarnya, semoga apa yang dilakukan adik kita Mirna menjadikannya sosok pengabdi sejati dan pemerintah dapat memberikan perhatian lebih lagi, agar waktu belajarnya tidak lagi harus jadi dikorbankan untuk sekedar bertahan hidup” Ujar Wandi salah satu Pemuda Bulukumpa yang juga mengujungi Kediaman keluarga tersebut. (sul~red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *