Maaf Ibu, Anakmu Berbeda

  • Bagikan
Penulis ( Bang Diman ) Lulusan Strata 1 Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar

OPINI, EXPOSETIMUR.COM _ Setiap orang tentu berbeda cara untuk mengungkapkan atau menyampaikan sebuah hasrat; keinginan. Apatalagi hal yang diutarakan sangat berkaitan dengan kemuliaan sosok Malaikat tak bersayap (IBU).

Pada umumnya tanggal 22 Desember akan secara rutin diperingati sebagai hari Ibu (kewajiban) dan setiap manusia pada hakikatnya memiliki seorang ibu.

Moment seperti ini merupakan euforia setahun yang lazimnya dieksposes melalui media sosial ketimbang diutarakan secara langsung kepada yang bersangkutan.

Namun, cara tersebut bukanlah sebuah masalah besar sebab karakter manusia memiliki karakter yang berbeda sehingga tak menutup kemungkinan akan terjadi hal seperti itu.

Saat ini, Wabah ikut-ikutan (kacoe-coe/bugis) sudah tak terelakkan lagi ketika hampir 80% manusia berbondong-bondong dan gencar menyampaikan kasih dan sayang terhadap objek yang ditujukan.

Seperti yang dikatakan Dr. Fahruddin Faiz, bahwa bersiaplah dalam keterasingan saat disekitarmu melakukan hal yang serentak dan kamu berbeda seorang diri.

Maaf ibu, bukannya anakmu ini tak ingin mengucapkan selamat hari ibu seperti mereka yang rutin mengucapkan hari ibu yang disertai dengan foto kebersamaan antara anak dan ibu.

Maaf juga ibu, bukannya anakmu ini tak ingin seperti mereka yang memperlihatkan cinta dan sayang sesungguhnya. karena, bagiku tak seorang pun di dunia ini akan lupa wajah ibunya yang suka nan rela memberi ASI, mengajarkan cara berbicara, mendidik, dan segala hal yang berkaitan dengan kehidupan.

Maaf ibu, anakmu ini tak mengikuti aturan negara bahwa pada tanggal 22 desember diperingati sebagai hari ibu, karena bagiku aturanmu jauh lebih baik ketimbang aturan negara yang dipenuhi oleh kepentingan individual (personality).

Apalagi peran Ayah sangatlah berkontribusi keberlangsungan dalam kehidupan sehari-hari dan secara gamblang kusampaikan bahwasanya derajat ayah dan ibu memiliki kesamaan dan setara keistimewaannya.

Baca Juga :   Keren! Polisi Kembar Bulukumba Ini Hadir Sebagai Pembicara di Universitas Muhammadiyah Makassar

Oleh karena itu, “tidak ada daya dan kuasa seorang anak untuk membedakan derajat dan kemulian antara Ayah dan Ibu”.
If you disagree about my opinion then never mind because it’s your right in the world.

I’m so sorry mom, i can’t say happy mother’s day and sorry, i’m not like other children but i just wanna say” Thank you so much for everything and every your time that you’ve given for your children all of the time”.

You know that i’m so excited to spend this moment and month together.

 

Penulis ( Bang Diman )
Lulusan Strata 1 Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *