Anggaran 730 Juta di Bontominasa, Benarkah HOK Hanya Dibayar 63 Juta?

  • Bagikan
Beginilah kondisi rabat beton di Dusun Ballatinggia, Desa Bontominasa, Kecamatan Bulukumpa yang baru beberapa bulan dikerjakan, sudah mulai tampak rusak, ||Fhoto Januari 2020

BULUKUMBA, EXPOSETIMUR.COM _ Pekerjaan paving block dan rabat beton di Dusun Ballatinggia, Desa Bontominasa, Kecamatan Bulukumpa, menyisahkan berbagai pertanyaan, baik dari pembayaran HOK, maupun kualitas pekerjaan yang dinilai kurang layak.

Dari data yang dihimpun, pekerjaan tersebut menelan anggaran sebesar Rp. 731.706.000, dengan rincian, paving block sebesar Rp. 317.494.000 dan rabat beton sebesar Rp. 414.212.000.

Dari keterangan salah satu warga yang tidak ingin disebut namanya bahwa, dari dua item pekerjaan yang terletak di Dusun Balltinggia ini, pekerja terbagi dua kelompok. Untuk Rabat Beton, terdiri dari 21 orang dikali 19 hari kerja. Selajutnya, untuk paving block, terdapat 24 orang dengan jumlah 16 hari kerja.

Menuruntnya, ada yang tidak sesuai dengan data APBdes , dimana tertera upah tukang 120 ribu/hari dan pekerja 100 ribu/hati, namun pada kenyataannya, semua yang bekerja dibayar rata  dengan 80 ribu/hari.

“Seharusnya upah tenaga kerja 100 ribu dan tukang 110 ribu dalam seharinya, itu berdasarkan yang tertera di ABPDes. Belum lagi dari anggaran sebesar 730 lebih, kalau dikalikan 30 %, seharunya HOK sekitar 200 juta lebih, tetapi kenyataaanya upah yang dibayarkan hanya total Rp. 62.640.000.Kalau mang ada regulasi tentang sisa HOK itu, dimana dipergunakan” Bebernya.

Selain itu, Ia juga menjelaskan bahwa, rabat beton yang di kerjakan beberapa bulan lalu sudah mulai rusak, sehingga anggaran yang begitu besar dinilai mubassir.

“Rabat Beton nya juga sudah mulai rusak, tampak kerikil mucul dipermukaan, padahal baru beberapa bulan dikerja” Ungkapnya.

Sementra Asdar Sakka, salah satu pemerhati sosial, mengaku sangat menyayangkan ketika kasus semacam ini tidak jadi temuan inpekstorat selaku lembaga yang dipercaya oleh negara. Selain itu menurutnya, program Presiden tentang padat karya tunai, hanya sebatas carita jika melihat kondisi dilapangan.

Baca Juga :   Desa Aska Gelar Musyawarah Khusus BLT-DD 2020,Tanpa Dihadiri Kades,

“Dengan adanya temuan semacam ini, semoga menjadi pembelajaran bagi Desa yang lain, agar betul betul mengelola DD dengan baik dan tepat sasaran. Terus juga yang paling parah ini, soal tetes keringat tenaga kerj, dimana hati nuraninya, meskipun informasi yang kami dapatkan pera pekerja sudah tanda tangan tidak keberatan dengan gaji yang tidak sesuai RAB yang jika dijumlah sekitar 15 juta dipotong” Pungkas Asdar yang ditemui di salah satu warkop, Rabu (08/01/2019)

Andi Sukmawati, Mantan Kepala Desa Bontominasa, yang pada saat kegiatan tersebut dikerjakan, dirinya masih menjabat Kepala Desa Bontominasa, dan saat dikonfiramsi lewat sambungan selularnya, mengaku sedang sibuk dan berjanji akan menelpon kemudian. Sekitar 30 menit kemudian, exposetimur mencoba melakukan konfimasi lagi melalaui pesan Whatsappnya, namun sejak sore sampai masuk waktu Isya dan sampai berita ini diturunkan, belum ada jawaban yang diperoleh.

(red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: