Desain Alat Frothing Portabel, Tim FT-Prove Al-Fatih Lolos APQA PT. Pertamina

  • Bagikan
Tim FT-Prove Al-Fatih lolos pada ajang Annual Pertamina Quality (APQA) 2020 Tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh PT. Pertamina

MAKASSAR, EXPOSETIMUR.com —Tim FT-Prove Al-Fatih lolos pada ajang Annual Pertamina Quality (APQA) 2020 Tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh PT. Pertamina. Lolosnya Tim Al-Fatih di ajang tersebut membuat angin segar bagi Laboratorium Production Unit Jakarta PT. Pertamina Lubricants, karena dua kali berturut-turut dan merupakan tim satu satunya perwakilan dari Laboratorium PUJ yang lolos di APQA tahun 2019 dengan Predikat GOLD Medal.

Pergelaran APQA bertujuan untuk menyelesaikan masalah pekerjaan dan meningkatkan efesiensi di lingkungan kerja PT. Pertamina. Pelaksanaan kegiatan pada 14-18 Maret di kantor Pusat PT. Pertamina.

Tim Al-Fatih yang berangotakan Alumni Teknik Kimia FTI, Universitas Muslim Indonesia (UMI) yaitu Sentiyaki dan rekan timnya Muthia Putri Hidayati (Alumni Universitas Indonesia), Khadinda Thia P. (Alumni Universitas Padjadjaran), Arliyansah (Alumni ST MIPA Bogor), Dadep Kuswana (Alumni Universitas Jayabaya), serta beberapa fasilitator lainya seperti Supriyono (Kepala Lab PUJ), Welly Kuswara (Manager Quality Managemen) dan Abdul Hamid (Manager Quality Assurance) dari PT Pertamina Lubricants, berupa Alat FROTA (Frothing Portable).

Frothing Portable merupakan alat pengujian Frothing Characteristic pertama didunia yang diciptaka oleh anak bangsa Indonesia dari PT. Pertamina Lubricants, karena sebelumnya tidak adanya alat pengujian standar untuk jenis pengujian frothing dan pengujian masih dilakukan secara manual sehingga, mengakibatkan bias pada saat melakukan proses pengujian yang berpengaruh pada hasil penguian pelumas.

Temuan tim FT-Prove Al-Fatih, kata Sentiyaki, “analis PT. Pertamina Lubricants PU Jakarta dapat dengan mudah menentukan release dan repeat dari sebuah sampel pelumas. Untuk kemudian di kemas dan di jual kepada konsumen. Jika memanfaatkan pengujian manual, ada banyak faktor yang dapat mengurangi tingkat akurasi, seperti kekuatan pengocokan yang berbeda setiap analis, jarak pengocokan, serta banyaknya sampel produksi yang membuat kita harus cepat dalam menguji. Sementara alat ini dapat memudahkan penggunanya,” pungkasnya

Baca Juga :   Hidupkan Sunah Rasul, JIC Adakan I'tikaf 10 Hari Akhir Ramadhan

Selain itu, temuan Alumni Teknik Kimia FTI UMI beserta alumni- alumni Universitas terbaik lainya telah terdaftar paten oleh Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI dengan nomor S0020200296 dan telah melakukan sharing knowledge dibeberapa perusahaan di Indonesia.

Tim FT-Prove Al-fatih berharap dengan adanya Inovasi ini dapat dapat membantu analis dan perusahaan dalam penyelesaian masalah kerja dan dapat meningkatkan efisiensi dilingkungan kerja PT. Pertamina Lubricants.(*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: