Drop Out 28 Mahasiswa UKIP Makassar Tidak Sesuai Prosedur..?

  • Bagikan
Mahsiswa UKIP Makassar gelar aksi ujuk rasa terkait Drop out 28 mahasiswa yang diduga tidak sesuai prodesur yang ada, Senin (27/01/2020)

MAKASSAR, EKSPOSTIMUR.com –  Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKIP) gelar aksi solidaritas pencabutanSurat Keputusan drop out 28 mahasiswa secara sepihak.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Aspiratif Mahasiswa (LAM) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus datangi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi dan Gorontalo menuntut pencabutan Surat Keterangan Droup Out (SK DO) 28 mahasiswa, Jl. Bung KM 9 Tamalanrea Makassar, Senin (27/1).

Ivone sebagiai peserta aks menjelaskan bahwa aksi yang dipersoalkan oleh pihak kampus pada tanggal 20 bulan Januari lalu tidak dapat dijadikan landasan oleh kampus untuk mengeluarkan SK DO.

“Aksi yang mahasiswa lakukan itu secara damai berjalan dengan lancar dan tidak ada tindakan anarki lainnya ataupun mengganggu ketertiban, kami hanya menyampaikan aspirasi agar kampus mau merevisi aturan yang membatasi ruang gerak ormawa pemberian sanksi ini secara sepihak tanpa melibatkan mahasiswa dalam rapat komisi disiplin kampus untuk menyampaikan pembelaannya, ditambah lagi hal ini adalah hak setiap warga negara yang tertuang dalam pasal 28 E UUD 1945” ujarnya melalui WhatsApp (01/27/20)

“Umjuk rasa yang dilakukan pada saat itu bertepatan pada saat kegiatan loka karya, dan hal ini yang menjadi penegasan bahwa demonstrasi yang berlansung mengangu ketertiban dan keamanan jalanya kegiatan kampus namun realita yang terjadi sama sekali tidak menganggu jalanya lokakarya karena demonstrasi berlansung diluar kampus ujar cakra lewat peryataan sikap (01/27/20).

Andika

Baca Juga :   Aspirasinya Tidak Diterima, IMM Bulukumba Doakan Pemkab Dapat Hidayah, Ini Alasanya
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *